Gempa Solok Sumatera Barat
UPDATE Gempa Solok Sumbar: 343 Rumah Rusak, 48 Warga Luka, Solok Selatan Status Tanggap Darurat
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menetapkan status tanggap darurat gempa menyusul Gempa Sumbar Solok kemarin.
Laporan Wartawan TribunPadang.com, Saridal Maijar
TRIBUNSUMSEL.COM, SOLOK SELATAN – Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), menetapkan status tanggap darurat gempa menyusul Gempa Sumbar Solok kemarin.
Status pasca Gempa Sumbar dan Padang ini ditetapkan menyusul banyaknya korban luka dan kerusakan bangunan akibat gempa yang mengguncang sepanjang Kamis itu.
“Kemarin ditetapkan status ini oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan,” kata Rumainur kepada TribunPadang.com, Jumat (1/3/2019).
Dengan ditetapkan status tanggap darurat ini, kata dia, pemerintah Solok Selatan bisa lebih maksimal dalam upaya pemulisan pascagempa.
“Bantuan juga bisa dikirim dari provinsi. Pemerintah kabupaten juga bisa menggunakan dana tanggap daruratnya,” jelas Rumainur.
Dia berharap, pemulihan pascabencana ini bisa berjalan dengan cepat.
Baik dalam pemulihan masyatakat yang menjadi korban bencana, maupun bangunan yang rusak akibat gempa.
Diketahui, pada Kamis (28/2/2019), Solok Selatan diguncang gempa sebanyak lima kali.
Gempa pertama terjadi pada pukul 01.55 WIB berkekuatan 4,2 SR.
Kedua pukul 02.44 WIB berkekuaran 4,3 SR.
Kemudian pukul 06.27 WIB berkekuatan 5,3 SR.
Gempa pada pukul 06.27 WIB ini, mengakibatkan banyak kerusakan bangunan dan korban luka di Solok Selatan.
Setelah gempa 5,3 SR, tercatat dua gempa susulan.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Padang Panjang, Irwan Slamet menjelaskan, gempa susulan pertama terjadi pada pukul 07.08 WIB.
“Gempa pukul 07.08 WIB tersebut berkekuatan 3,4 SR,” kata Irwan Slamet kepada TribunPadang.com, Kamis sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/warga-luka-saat-gempa-solok-selatan-sumatera-bara-sumbar.jpg)