Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah, Siapkan Tenaga Rehabilitasi Gangguan dan Sakit Jiwa

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Nyaris tak diketahui masyarakat secara luas, bahwa saat ini ada Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki program study dan ma

Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah, Siapkan Tenaga Rehabilitasi Gangguan dan Sakit Jiwa
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah, Siapkan Tenaga Rehabilitasi Gangguan dan Sakit Jiwa 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--Nyaris tak diketahui masyarakat secara luas, bahwa saat ini ada Perguruan Tinggi (PT) yang memiliki program study dan mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Khususnya pada pasien atau klien yang memiliki gangguan fisik dan atau jiwa/mental/spiritual yang bersifat sementara (temporer) atau permanen,dengan menggunakan metode terapiutik.

Hal ini diungkapkan oleh Asep Haerul Gani, saat memberikan kuliah tamu pada prodi Tasawuf dan Psikoterapi di Ruang Serba Guna Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang.

Aktifitas terapeutik ini, menurut Asep dimaksudkan untuk meningkatkan komponen kinerja okupasional (senso-motorik, persepsi, kognitif, sosial dan spiritual) maupun dalam area kinerja okupasional (perawatan diri, produktivitas dan pemanfaatan waktu luang).

"Sehingga pasien atau klien mampu meningkatkan kemandirian fungsional, meningkatkan derajat kesehatan dan dapat berpartisipasi di masyarakat," tegas Asep Haerul Gani, yang merupakan salah seorang Senior Psychologist & Psychotherapits di Indonesia, kepada kurang lebih 105 masasiswa Prodi Tasawuf dan Psikoterapi dengan mengangkat tema,+ "Tasawuf dan Psikoterapi sebagai Metode Penyembuhan Alamiah, Ilmiah dan Illahiah.

Ditempat yang sama Ketua Prodi Tasawuf dan Psikoterapi UIN Raden Fatah Palembang, H Wijaya yang dikenal di Palembang sebagai seorang sosiolog dan Pengusaha yang sukses ini.

Ketika ditanya tentang prospek kerja lulusan prodi ini, menjelaskan bahwaLulusan Program Study ini dapat bekerja di beberapa rumah sakit umum maupun rumah sakit khusus.

Seperti rumah sakit jiwa, klinik, puskesmas, institusi pendidikan, pusat rehabilitasi penyandang cacat fisik maupun mental.

"Selain itu pusat rehabilitasi korban narkoba atau sebagai profesional, dengan membuka tempat tempat praktek pribadi.

Dimana prodi tasawuf dan psikoterapi ini akan melahirkan Ilmuwan-ilmuwan atau sarjana sains terapan yang handal, mampu mengintegrasikan amal, Ilmu dan Iman dalam bidang kesehatan mental, spiritual dan jiwa seseorang atau masyarakat," bebernya.

Lebih jauh dipaparkan oleh Wijaya kedepannya, untuk mendukung proses belajar mengajar dan kegiatan lainnya,

Serta menciptakan lulusan yang siap pakai dan handal selain sarana dan prasarana standar.

Jurusan Tasawuf dan Psikoterapi akan melengkapi fasilitas-fasilitas, antara lain laboratorium pediatri Laboratorium Massage dan Manual Therapy, Laboratorium Terapi Latihan (Exercices Therapy), Laboratorium Kardiovaskuler dan Respirasi Laboratorium Hidro Therapy & SpaLaboratorium Analisis Aktifitas dan Splinting, Laboratorium Aktivitas Keseharian (ADL).

Berbeda dengan Wijaya, Dekan Fakultas Ushuluddin da Pemikiran Islam Alfi Yulizun menyatakan, dirinya optimis Prodi Tasawuf dan Psikoterapi di bawah kepemimpinan Haji Wijaya akan semakin maju,berkembang dan exist.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved