Imbas Tiket Pesawat Mahal, Taksi Bandara Ikut Susah Cari Penumpang

Dampak mahalnya harga tiket pesawat terbang berimbas domino pada pendapatan taksi bandara.

Imbas Tiket Pesawat Mahal, Taksi Bandara Ikut Susah Cari Penumpang
HARTATI/TRIBUNSUMSEL.COM
Taksi sejumlah armada parkir di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II menunggu melayani penumpang. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Dampak mahalnya harga tiket pesawat terbang berimbas domino pada pendapatan taksi bandara.

Manager Kopkar Pura II Balido Palembang, Liswani mengatakan terpaksa harus menutupi biaya operasional taksi Balido karena lebih besar biaya operasional daripada pendapatan.

Sebelum tiket maskapai mahal setiap hari driver biasanya bisa menyetor Rp 1,2 juta tapi kini hanya bisa menyetor Rp 400-450 ribu per hari.

Liswani mengatakan 70 taksi Balido yang ada tetap beroperasi di bandara Sultan Mahmud Badaruddin II karena jika beroperasi di pusat kota juga sulit bersaing dengan taksi lainnya.

"Ambil penumpang di kota juga banyak saingan sekarang daripada operasional jadi terpaksa tetap di bandara saja dan berharap tiket pesawat kembali normal agar penumpang ramai," ujarnya, Sabtu (9/2/2019).

 Terpisah, 

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Selatan (Sumsel) Herlan Aspiudin mengakui kenaikan tiket maskapai sejak musim puncak liburan natal dan tahun baru hingga kini berdampak besar bagi industri pariwisata di Sumsel khususnya Palembang.

Dia mengatakan okupansi hotel yang sebelumnya selalu bagus kini anjlok hingga 40 persen karena setiap hari ada 60-100 ribu orang membatalkan niatnya terbang ke Palembang karena mahalnya harga tiket pesawat.

Oleh sebab itulah dia berharap untuk membuat perekonomian dan dunia pariwisata di Palembang tetap bergeliat maka harus kreatif menggelar even untuk menumbuhkan minat masyarakat lokal karena kedatangan wisatawan domestik lainnnya sulit diharapkan.

"Cap go Meh yang dipusatkan di Pulau Kemaro biasanya setiap tahun selalalu ramai tapi tahun ini harapannya tetap sama ramainya apalagi ditambah ada festival rajawali," ujarnya, Sabtu (9/2/2019).

Harusnya momen musim buah duku, durian, cempedak, dan lainnya yang membanjiri Palembang saat ini bisa menjadi destinasi wisata kuliner bagi wisatawan lokal, tapi karena tiket pesawat yang melonjak tajam membuat wisatawan lebih memilih berlibur ke luar negeri karena lebih murah.

Babe, sapaan akrabnya berharap pemerintah bisa membuka regulasi untuk penerbangan luar negeri di tanah air agar dua kekuatan besar maskapai gruop Garuda dan gruop Lion yang menguasai pasar penerbangan "tidak main mata" menetapkan tarif pesawat.

Handy Soen, Kepala Cabang Auto 2000 Plaju mengakui hal serupa harga tiket Palembang-Jakarta memang mahal sehingga dia batal terbang.

"Solusinya saya transit ke Singapura dulu baru Jakarta sebab lebih murah," ceritanya.

 Dampak Mahalnya Harga Tiket, Penumpang Lion Air Cuma Tiga Orang, Pesawat Banyak Parkir di Bandara

 Promo Beli Tiket Kereta Api (KA) Pakai TCASH Dapat Cashback 50 Persen dan Paket Data 500 MB.

Penulis: Hartati
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved