Pembunuhan Mahasiswi di Muara Enim

Pelaku Pembunuh dan Pemerkosa Mahasiswi UIN Palembang Ditangkap, Pelakunya Warga Sekitar

Pelaku perampokan, pemerkosa dan pembunuh Fatmi Rohanayanti akhirnya diringkus tim gabungan Satreskrim Polres Muaraenim, Polsek Gelumbang dan Polsek

Penulis: Edison | Editor: M. Syah Beni
Tribunsumsel.com/ Facebook
Fatmi Rohanayanti ditemukan tewas di semak belukar kebun karet 

Hingga sekitar pukul 15.00 WIB warga menemukan seorang mayat perempuan yang diduga korban dalam kondisi telanjang dan di ikat dibagian leher menggunakan pakaian korban.

Setelah dilakukan pemeriksaan benar mayat tersebut adalah korban yang hilang beserta sepeda honda beat berwarna putih hijau BG 3745 KAE yang dibawanya juga tak ditemukan.

Dari lokasi kejadian petugas menemukan barang bukti berupa Satu Pasang sendal jepit hijau, pakaian korban, celana training, celana dalam yang ditemukan disekitar tubuh korban serta bra yang diikatkan ke mulut korban.

7. Rektor UIN Harap Pelaku Cepat Ditangkap

Rektor UIN Raden Fatah Palembang, Prof Sirozi berbela sungkawa atas meninggalnya Fatmi Rohanayanti yang tewas dibunuh dengan sadis.

"Innalilahi wa Inna ilaihi roojiun. Saya baru tahu sekarang. Terima kasih infonya. Kami usahakan ada perwakilan dosen dan mahasiswa yang takziyah ke rumah duka.

Dan kami dari UIN Raden Fatah Palembang turut berbela sungkawa sebesar-besarnya dan berharap pelaku secepatnya ditemukan dan ditangkap," ujarnya.

Rektor UIN Raden Fatah, Prof Dr Sirozi
Rektor UIN Raden Fatah, Prof Dr Sirozi (TRIBUNSUMSEL.COM/Slamet Teguh Rahayu)

8. Kapolda Perintahkan 'Sikat' Pelaku

 Kapolda Sumsel Irjen Zulkarnain Adinegara janji pelaku pembunuh Mahasiswi UIN Raden Fatah Palembang disikat atau ditembak.

Fatmi Rohanayanti binti Hirowati (20) warga Dusun IV Desa Menanti Kecamatan Kelekar Muaraenim yang diduga dirampok, diperkosa lalu dibunuh masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ketika dikonfirmasi mengungkapkan belum mendapat laporan dari Kapolres.

Akan tetapi, ini menjadi tugas kepolisian untuk dapat mengungkap kasus ini.

"Kalau sudah sadis, akan kami sikat (tembak). Tidak Dapat kompromi, sudah jadi tugas kami untuk mengungkapnya," ujar Zulkarnain, Kamis (31/1/2019) malam.

Jenderal bintang dua ini mengungkapkan, kasus seperti ini akan menjadi perhatian sendiri.

Karena memang, sudah terbilang sadis keji.

Maka dari itu, harus dilakukan tindakan tegas terhadap pelakunya.

"Saya juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati. Karena, kapan pun kejahatan bisa datang dan menimpa siapa saja," ujarnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved