Mayat Wanita Dibakar
Asri Otak Pembunuhan dan Pembakaran Menyatakan Inah Sudah 6 Bulan Jadi Pelanggannya
Motif pembunuhan Inah Antimurti, janda 20 tahun asal Gelumbang, Muaraenim, kini terus diselidiki Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel
Penulis: Agung Dwipayana |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG–Motif pembunuhan Inah Antimurti, janda 20 tahun asal Gelumbang, Muaraenim beberapa waktu lalu, kini terus diselidiki Direktorat Kriminal Umum Polda Sumsel.
Kelima pelaku pembunuhan Inah kini tengah diamankan.
Otak pelaku pembunuhan yang sempat buron, Asri Marli menyerahkan diri ke mapolda Sumsel pada Jumat (25/1/2019) malam.
Asri yang membunuh Inah karena diduga sakit hati piutangnya tak diselesaikan Inah.
Menurut Asri, Inah menjadi pelanggan sabu yang ia jual sejak enam bulan lalu.
• 6 Fakta Terungkap saat Rekonstruksi Pemerkosaan, Pembunuhan dan Pembakaran Inah Antimurti
• Wakil Walikota Palembang Lepas 10 Ribu Anak Ikan Tembakang dan Patin ke Sungai Musi
“Sejak sekitar 6 bulan lalu dia (Inah) beli sabu sama saya. Biasanya dia (Inah) beli sabu seminggu sekali, beli yang 80 gram harganya Rp 1,1 juta,” beber Asri usai rekonstruksi pembunuhan Inah di halaman kantor Ditreskrimum Polda Sumsel, Senin (28/1/2019).
Namun Asri mengaku lupa jumlah utang Inah pada dirinya. Ia mengaku sangat menyesal telah membunuh Inah.
“Aku minta maaf yang sebesar-besarnya karena telah membunuh Inah,” ucap Asri.
Direktur Ditreskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol Yustan Alviani memastikan, korban dan kelima pelaku sempat pesta sabu sebelum peristiwa pembunuhan itu.
Namun pihaknya masih terus mengembangkan penyidikan terkait motif pembunuhan yang diduga karena utang-piutang narkoba jenis sabu antara korban dan tersangka.
• STIHPADA Gelar Seminar Hukum Internasional di Seoul Korea Selatan
• Makin Dekat, Pacar Baru Marshanda Tak Canggung Habiskan Akhir Pekan Bersama Sienna Kasyafani
Begitu juga dengan dugaan korban pemakai dan pengedar sabu.
“Kita masih dalami itu. Kita belum punya data masalah keterlibatan mereka (korban dan tersangka) di dalam peredaran narkoba."
"Soal utang korban, itu baru sebatas keterangan para tersangka dan kebenarannya masih perlu kita dalamai lagi,” jelas Kombes Yustan.
Keluarga Inah yang sempat dibincangi TribunSumsel.com di kediaman mereka di Desa pedataran, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim beberapa hari lalu mengaku tidak tahu persis aktivitas Inah di luar rumah.
• Sule Mendadak Lemas dan Nyaris Pingsan saat di Lokasi Syuting, Andre Taulany Kenapa Jadi Begini
• Kamu Mahasiswa Tingkat Akhir? Buruan Ikut Program Magang PTPN II (Persero), Dapat Ilmu dan Gaji
Keluarga juga mengaku tidak mengenal keempat pelaku, apalagi dugaan jual-beli narkoba antara korban dan tersangka.
“Inah tidak pernah cerita soal pergaulannya di luar. Kami juga tidak kenal dengan para pelaku. Baru ketemu setelah peristiwa pembunuhan ini,” kata Burhan, paman Inah.