Pertamina Kenalkan Bahan Bakar Biosolar (B-20), Pembakaran Lebih Sempurna Dibandingkan Solar Murni

Launching Perdana bahan bakar ramah lingkungan Biosolar (B-20), dilaksanakan di Kilang RU III Plaju Palembang, Kamis (24/1/2019)

Pertamina Kenalkan Bahan Bakar Biosolar (B-20), Pembakaran Lebih Sempurna Dibandingkan Solar Murni
Tribun Sumsel/ Arif Basuki Rohekan
Launching Perdana bahan bakar ramah lingkungan Biosolar (B-20), dilaksanakan di Kilang RU III Plaju Palembang, Kamis (24/1/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pertamina memperkenalkan Biosolar (B-20) sebagai bentuk komitmen menjalankan Kebijakan pemerintah untuk menerapkan penggunaan campuran bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar dengan minyak nabati (Fatty Acid Methyl Ester/FAME) sebesar 20 persen,

Launching Perdana bahan bakar ramah lingkungan Biosolar (B-20), dilaksanakan di Kilang RU III Plaju Palembang, Kamis (24/1/2019).

Produksi bahan bakar ini dilakukan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN).

“Launching Biosolar (B-20) ini menunjukkan bahwa Pertamina Refinery Unit III Plaju siap mendukung program Pemerintah dan memenuhi security of supply khususnya di daerah Sumbagsel," kata GM RU III Plaju, Yosua I M Nababan.

Bangkit dari Kesedihan, Ifan Seventeen Melanjutkan Kariernya Bersedia Maju Sebagai Calon Legislatif

Perawatan Bulu Mata Jadi Lentik di EV Nail and Last Palembang, Harga Mulai dari Rp 100 Ribuan

Menurutnya, RU III telah melakukan improvement baik dari segi sarfas penerimaan FAME, maupun produksi B-20 dalam tempo yang cukup cepat.

Kilang RU III mampu mengolah pasokan FAME dari supplier dengan kapasitas 30.000-40.000 kiloliter/ bulan.

FAME diterima melalui kapal dan disalurkan melalui RPM (Rumah Pompa Minyak) Fuel di area storage tanki untuk dilakukan blending Solar sebagai B-20.

Kemudian di lifting melalui sarfas existing baik via kapal maupun pipeline ke TBBM wilayah Sumsel dan Lampung.

“Kami berterima kasih atas apresiasi Menteri ESDM RI saat kunjungannya ke RU III lalu. Menciptakan energi bersih menjadi prioritas kami sebagai Green Refinery pertama di Indonesia”, sambungnya.

Selain untuk memenuhi Regulasi, injeksi FAME sebanyak 20 persen ke dalam produk solar dapat memberikan potensi improvement kualitas finish product.

Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia di Gandus Palembang Diresmikan, Pemotongan Sapi dan Kerbau

Hal Tak Biasa Dilakukan Persija Jakarta Dalam Mengotrak Pemain Asingnya, Seperti Marko Simic

Halaman
12
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved