Seputar Islam
Malam Jumat Sunah Rasul Baca Surat Al-Kahfi, Keutamaannya Akan Disinari Cahaya Antara Dia dan Kabah
TRIBUNSUMSEL.COM - Malam Jumat Sunah Rasul Baca Surat Al-Kahfi, Keutamaannya Akan Disinari Cahaya Antara Dia dan Kabah
Penulis: Siemen Martin |
TRIBUNSUMSEL.COM - Malam Jumat Sunah Rasul Baca Surat Al-Kahfi, Keutamaannya Akan Disinari Cahaya Antara Dia dan Kabah
Malam Jumat Jalankan Sunah Rasul Baca Surat Al-Kahfi, Ini Keutamaannya.
Keutamaan membaca Surat Al-kahfi Malam Jumat yaitu "Barang siapa yang membaca surat Al-Kahfi, pada malam Jumat, dia akan disinari cahaya antara dia dan Kabah" menurut HR Ad Darimi
Kemudian pada HR An Nasa'i dan Baihaqi menyebutkan "Barang siapa yang membaca Surat Al-Kahfi, pada hari Jumat, dia akan disinari cahaya di antara dua Jumat.
Sumber mengutip dari tafsirweb.com
Surat Al-Kahfi
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
1. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْٓ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا ۜal-ḥamdu lillāhillażī anzala 'alā 'abdihil-kitāba wa lam yaj'al lahụ 'iwajāSegala puji bagi Allah yang telah menurunkan Kitab (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya dan Dia tidak menjadikannya bengkok;
2. قَيِّمًا لِّيُنْذِرَ بَأْسًا شَدِيْدًا مِّنْ لَّدُنْهُ وَيُبَشِّرَ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا حَسَنًاۙqayyimal liyunżira ba`san syadīdam mil ladun-hu wa yubasysyiral-mu`minīnallażīna ya'malụnaṣ-ṣāliḥāti anna lahum ajran ḥasanāsebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan akan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik,
3. مَّاكِثِيْنَ فِيْهِ اَبَدًاۙmākiṡīna fīhi abadāmereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya.
4. وَّيُنْذِرَ الَّذِيْنَ قَالُوا اتَّخَذَ اللّٰهُ وَلَدًاۖwa yunżirallażīna qāluttakhażallāhu waladāDan untuk memperingatkan kepada orang yang berkata, “Allah mengambil seorang anak.”
5. . مَّا لَهُمْ بِهٖ مِنْ عِلْمٍ وَّلَا لِاٰبَاۤىِٕهِمْۗ كَبُرَتْ كَلِمَةً تَخْرُجُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۗ اِنْ يَّقُوْلُوْنَ اِلَّا كَذِبًاmā lahum bihī min 'ilmiw wa lā li`ābā`ihim, kaburat kalimatan takhruju min afwāhihim, iy yaqụlụna illā każibāMereka sama sekali tidak mempunyai pengetahuan tentang hal itu, begitu pula nenek moyang mereka. Alangkah jeleknya kata-kata yang keluar dari mulut mereka; mereka hanya mengatakan (sesuatu) kebohongan belaka.
6. فَلَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَسَفًاfa la'allaka bākhi'un nafsaka 'alā āṡārihim il lam yu`minụ bihāżal-ḥadīṡi asafāMaka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur'an).
7. اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَيُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاinnā ja'alnā mā 'alal-arḍi zīnatal lahā linabluwahum ayyuhum aḥsanu 'amalāSesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.
8. وَاِنَّا لَجَاعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًاۗwa innā lajā'ilụna mā 'alaihā ṣa'īdan juruzāDan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.