Fakta Perampokan Alfamart Dekat Arista Hotel, Kasir Luka 9 Jahitan dan Ini Kronologinya

Alfamart di jalan Anwar Sastro samping Arista Hotel Palembang disantroni perampok, Sabtu (19/1/2019).

Tayang:
Penulis: Shinta Dwi Anggraini | Editor: Prawira Maulana
WELLY/TRIBUNSUMSEL.COM
Kaca depan Alfamart Jl Anwar Sastro yang rusak karena disatroni perampok, Sabtu (19/1) pagi. 

Fakta Perampokan Alfamart Dekat Arista Hotel, Kasir Luka 9 Jahitan dan Kronologinya

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Alfamart di jalan Anwar Sastro samping Arista Hotel Palembang disantroni perampok, Sabtu (19/1/2019).

Zerlin (23) sebelumnya ditulis Ziarlin, sang kasir, harus mendapatkan 5 jahitan di telapak tangan kanan dan 4 jahitan di lengan kiri akibat kejadian tersebut.

Bukan karena berkelahi atau menjadi korban dari si pelaku, namun karena Zerlin secara reflek mendorong kaca pintu toko yang dirasanya begitu lembut, saat dia hendak mengejar pelaku.

BREAKING NEWS: Perampok Beraksi di Alfamart dekat Arista Hotel, Kasir Melawan

"Nggak ada rasa keras pintu itu. Lembut saja rasanya seperti dorong kardus. Pas sudah byaaarrr, pecah, baru sadar kalau itu kaca. Namanya juga dalam kondisi panik mau kejar maling," ujarnya.

Saat kejadian pun Zerlin sama sekali tidak merasa sakit. Bahkan dia juga tidak menyadari bila tangannya sudah dipenuhi oleh darah yang bercucuran.

Kejadian itu bermula pada sabtu pagi, sekitar pukul 05.30 WIB.

Saat itu Zerlin bersama seorang temannya sedang shift malam di toko yang buka selama 24 jam tersebut.

"Saya yang jaga kasir, saat itu kondisi toko lagi sepi. Kebetulan saya habis ditelepon sama keluarga. Setelah nelepon, Hp saya taruh dekat mesin barcode. Terus saya tinggal ngepel lantai depan pintu,"jelasnya.

Pelaku datang ke toko menggunakan jaket hitam dan celana jeans biru. Pelaku pun masih menggunakan helm di kepalanya.

"Dia (pelaku) bilang mau beli tiga bungkus rokok. Jadi ya sudah saya ke kasir untuk ambilkan. Nah, habis itu dia bilang tambah lagi rokoknya tiga. Saat itu, saya sama sekali nggak dikasih kesempatan untuk menengok ke pelaku. Karena dia terus saja minta diambilkan rokok. Sampai tiga kali dia terus minta tambah diambilkan rokok,"jelasnya.

Saat Zerlin mengambilkan rokok yang ketiga kalinya, pelaku langsung saja pergi keluar tanpa mengatakan apapun.

"Dia (pelaku) langsung jalan saja keluar. Nggak bilang apa-apa. Entah bilang nggak jadi atau apa, dia langsung jalan keluar pintu," ujarnya.

Zerlin yang merasa heran spontan langsung melihat ke arah telepon genggamnya. Rupanya, barang tersebut sudah tidak ada lagi di tempatnya dan hanya menyisakan headset yang tergeletak di atas meja.

"Waduh saya panik dong, cuma ngeliat headset saja. Padahal tadi ada hp nya juga. Itu kenapa saya reflek langsung kejar dia (pelaku),"katanya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved