Berita Sriwijaya FC
Herman Deru Beberkan Rincian Pemilik Saham Sriwijaya FC, Undang Semua Elemen Duduk Bersama
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru akan memanggil semua elemen terkait dengan Sriwijaya FC
Penulis: Weni Wahyuny |
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru akan memanggil semua elemen terkait dengan Sriwijaya FC.
Semua elemen itu mulai dari suporter Sriwijaya FC, tokoh masyarakat dan pihak lainnya.
Semua elemen itu diminta duduk bersama bagaimana mencari solusi untuk Sriwijaya FC ke depan.
Hal tersebut disampaikan oleh Herman Deru dalam press conference bersama dengan Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) Muddai Madang beserta jajaran di Hotel Horison Ultima Palembang, Senin (7/1/2019).
• Jadwal Siaran Langsung Piala Asia Senin (7/1/2019), Wakil Asean Filipina Tantang Korea Selatan
• Diberitahu Jane Shalimar, Begini Reaksi Ayah Vanessa Angel Tahu Anaknya Terlibat Prostitusi
“Ini dalam waktu relatif dekat kalau bisa sebelum pertengahan Januari, saya ingin duduk sama-sama PT SOM yang dimiliki Pak Muddai Madang saham mayoritasnya."
"Akan saya undang bersama para tokoh persepakbolaan Sumsel, duduk rembuk berikut juga perwakilan suporter ada 3 suporter besar, saya minta perwakilan suporter,” katanya.
Herman Deru mengatakan pasca terdegradasinya tim kebangaan Sriwijaya FC ke liga 2, sebelum menjadi gubernur, ia sering meminta masukan bagaimana menangani Sriwijaya FC ini.
Karena harapan masyarakat kepada Sriwijaya FC begitu besar.
“Apalagi karena aset milik masyarakat secara moril. Tentu banyak uang bangga baik yang ada di Sumsel maupun daerah luar Sumsel,” jelasnya.
• Tempat Wisata Alam di Muara Enim Sumatera Selatan, Air Terjun Curup Bali yang Belum Terjamah
• Penipuan Berkedok Prostitusi Online Aplikasi Beetalk di Palembang, F Kehilangan Uang Rp 3,3 Juta
Setelah dilantik jadi Gubernur Sumsel 1 Oktober 2018 lalu, sambung Deru posisi SFC masih di liga 1 dan banyak yang meminta Deru untuk mengintervensi manajemen SFC.
“Saya pelajari secara hukum, saya tentu tidak boleh gegabah menyikapi itu."
"Begitu saya masuk saya panggil pejabat berkepentingan. Ternyata saham pemprov itu pasca Juli, ada perubahan kepemilikan saham,” jelasnya.
Deru melanjutkan sebelum dilantik 1 Oktober lalu, ada perubahan kepemilikan saham.
Di laporan yang didapatkannya, 3 persen saham milik Bakti Setiawan, 5 persen Bariyadi dan 34 persen milik Muddai Madang dan sisanya yayasan sekolah sepakbola.
• Wedding Organizer (WO) Kabur, Tamu Pesta Pernikahan di Gedung Suka Ria Palembang Tak Makan
• Menelusuri Jejak Pemilik WO yang Kabur Tanpa Kirim Ketering, Alamat KTP Rumah Orangtua
“Tapi setelah itu saham pemprov Sumsel berubah 11 persen. Ada peran apa pemprov di sini?. Saat itu SFC masih berjuang untuk tidak terdegradasi."
"Oleh sebab itulah saya dorong harus menang (keluar degradasi). Tapi nasib belum berpihak. Sehingga terdegradasi saat itu,” ujarnya.
“Waktu itu saya berfikir gelas retak, kalau diambil (saya), tidak urung gelas itu pecah. Tidak diambil kita merasa memiliki di sini."
"Tapi kita ambil hikmahnya. Oleh sebab itu saya bentuk tim SAR, kita bentuk prestasi tapi tetap juga terdegradasi,” terangnya.
Maka, lanjutnya sebagai kepala daerah, saya harus ambil sikap karena banyak pecinta SFC.
Salah satunya dengan mengambil sikap bertemu dengan pejabat PT SOM H Muddai Madang dan tim.
“Saya meminta alternatifnya antara lain agar ini berjalan sehat, kita perbaiki, saya minta ide-ide pengamat, pers dan suporter untuk membenahi untuk tetap menjadi tim sepakbola kebanggaan kita,” ujarnya.
Meskipun kepemilikan Yayasan Sepakbola lemah dan 88 persen adalah milik Muddai Masang, lanjut Deru, sebagai kepala daerah harus ambil sikap.
“Akan saya dengar secara langsung termasuk dari perwakilan suporter. Apa sih maunya."
"Termasuk kepemilikan saham, apa sih maunya, kita ajak PT SOM dan ajak masyarakat mungkin ada yang ingin mengambil alih. Ini perlu disampaikan,” ungkapnya.