Kapolda Sumsel Ditabrak Ojek Online, Ini Kondisi Terbaru Irjen Pol Zulkarnain Adinegara

Tribunsumsel.com memastikan kebenaran cerita Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang ditabrak ojek online saat bersepeda.

Penulis: Prawira Maulana | Editor: Prawira Maulana
Tribunsumsel.com/ Instagram
Kapolda Sumsel Bersepeda 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tribunsumsel.com memastikan kebenaran cerita Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara yang ditabrak ojek online saat bersepeda.

Pemimpin redaksi Tribunsumsel.com, Wenny Ramdiastuti yang memastikan langsung cerita ini dengan menghubungi Kapolda.

BREAKING NEWS : Kapolda Sumsel Ditabrak Ojek Online Saat Bersepeda, Begini Kondisinya Sekarang

Kapolda diserempet ojek online pagi tadi usai ngopi di kawasan Cinde Palembang.

Saat itu Kapolda sedang dalam agenda bersepeda.

Kapolda Sumsel Ditabrak Ojek Online (Ojol) Saat Bersepeda, Ini Foto-foto Kapolda Saat Bersepeda

"Musibah," katanya.

Saat itu suara Kapolda tampak tenang dan terlihat sehat. Menurutnya saat ini kondisinya baik-baik saja.

Irjen Pol Zulkarnain Adinegara memang sangat gemar bersepeda.

Hampir setiap minggu ia berkeliling kota dengan sepedanya.

Pagi tadi bahkan ia bersepeda dari rumah dinasnya ke kawasan Jakabaring lalu Tegalbinangun dan Musi IV.

Rutenya cukup panjang.

Jika ada agenda bersepeda bersama, selain membuka acara itu, Kapolda juga ikut ambil bagian menjadi peserta.

Minggu lalu misalnya.

Ia membuka acara bersepeda bersama Pangdam II Sriwijaya, sekaligus juga jadim peserta.

Pada 8 Desember lalu juga Kapolda bersepeda bahkan di Yogyakarta.

Profil Kapolda Sumsel

Inspektur Jenderal (Irjen) Zulkarnain Adinegara merupakan sosok penting terciptanya situasi kondusif keamanan di Sumatera Selatan (Sumsel).

Jenderal bintang dua ini sejak Agustus 2017 dipercaya Kapolri menjadi Kapolda Sumsel.

Pencapaian yang diraih putra OKU Timur saat ini tidak mudah.

Wartawan tribunsumsel.com, M Ardiansyah berkesempatan mewawancarai profil Irjen Zulkarnain Adinegara di ruang kerjanya

Irjen Pol Zulkarnain Adinegara ternyata sempat tak bisa mengambil ijazah SMA lantaran tidak memiliki biaya.

Zulkarnain Adinegara hanyalah orang desa yang memiliki orangtua bekerja sebagai petani.

Tetapi dengan tekat dan semangat untuk sekolah, ZUlkarnain memutuskan untuk merantau dan bersekolah di Palembang.

"Jujur saja, dulu ijazah saja tidak bisa diambil karena tidak ada uang. Ikut seleksi dan dinyatakan lulus kedokteran Unsri, tetapi tidak diambil karena orangtua tidak ada uang untuk biaya kuliah," kata jenderal bintang dua ini. 

Keterbatasan biaya, tak membuat Irjen Zulkarnain patah arang.

Pria kelahiran 31 Oktober 2961 ini malah diajak seorang teman untuk ikut tes AKABRI (Akademi Angkatan Besenjata Republik Indonesia).

Meski tidak mengerti apa itu Akabri, Zulkarnain tetap berupaya untuk bersungguh-sungguh mengikuti tes.

Dengan upaya yang sungguh-sungguh, ternyata Zulkarnain dinyatakan lulus tes Akabri.

Teman yang mengajaknya ikut tes, malah tidak lulus tes Akabri.

Saat itu, Zulkarnain muda tetap semangat mengikuti pendidikan di Akabri.

Saat penentuan jurusan, jenderal bintang dua ini ingin sekali menjadi prajurit TNI AU.

 

Namun, karena berdasarkan uji psikotes, ia harus memilih untuk menjadi seorang Polisi.

Kembali tak sesuai keinginan, tetapi Zulkarnain muda tetap optimis apa yang telah ditentukan Tuhan kepadanya merupakan yang terbaik bagi dirinya.

Dari sana, Zulkarnain memutuskan untuk menjalani apa yang sudah diperuntukan Tuhan bagi dirinya.

Ia menikmati dan senang menjalankan pendidikan. Berat badannya bukan turun melainkan naik.

"Intinya saya gembira banget, sampai berat badan naik. Meksi harus berjemur, naik turun gunung, latihan, tetapi senang sekali dan sangat gembira," cerita putra asli Sumsel ini.

Apa yang dilakukannya selama pendidikan, sudah diambil hikmahnya dan memang sudah menjadi jalan dari Tuhan.

Dari itulah, menjalani apa yang telah ditakdirkan Tuhan kepada dirinya. Meski, apa yang sebenarnya menjadi impiannya tidak bisa tercapai tetapi dengan semangat dan bersyukur bisa membawa kebahagian dikemudian hari.

Saat disinggung mengenai perintah-perintah yang diberikan kepada anggotanya, jenderal bintang dua ini terus berupaya untuk memberikan win win solution dalam memecahkan suatu masalah.

Namun, ia sangat marah bila ada satu kasus yang menyebabkan korbannya mengalami luka berat atau sampai meninggal dunia.

Karena memang, bila menyangkut nyawa seseorang ia tidak mau kompromi.

 

Maka dari itulah, perintah tindakan tegas dan sikat habis penjahat dengan tindakan sadis selalu diperintahkan kepada para anggotanya.

"Saya bukan benci dengan orangnya, tetapi tindakannya itu. Seperti kasus-kasus sopir taksi online yang dirampok lalu dibunuh, itu sangat sadis. Makanya saya tegaskan kepada anggota sikat habis," ungkapnya.

Putra Belitang OKU Timur ini juga menyadari, apa yang telah diperbuat kepolisian memang belum bisa membuat masyarakat merasa puas.

Namun, ia terus berupaya terlebih sebagai Putra Sumsel ia ingin agar Sumsel bisa aman dari tindak kejahatan.

Irjen Zulkarnain juga berpesan kepada generasi muda khususnya di wilayah Sumsel, untuk tidak mudah mempercayai berita-berita hoax.

Kapolda Sumsel Irjen Pol ZUlkarnain Adinegara
Kapolda Sumsel Irjen Pol ZUlkarnain Adinegara (Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana)

Saat ini zaman sudah demokratis dan anak muda bisa mengembangkan kemampuan yang dimiliki,

Bisa menjadi caleg, bupati atau mengembangkan kemampuan diri yang dimiliki.

"Saya selalu mengatakan begini, jagalah pikiranmu, maka dia akan menjadi kata-katamu. Jagalah kata-katamu maka dia akan menjadi perbuatanmu. Jagalah perbuatanmu, maka dia akan menjadi kebiasaanmu. Jagalah kebiasaanmu, maka dia akan menjadi akhlamu dan integritasmu. Jagalah akhlaknya dan integritasmu, karena ia akan menentukan masa depanmu," ungkapnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved