Futsal
Lima Teknik Dasar yang Harus Diketahui Untuk Menjadi Penjaga Gawang Futsal yang Baik
Lima Teknik Dasar yang Harus Diketahui Untuk Menjadi Penjaga Gawang Futsal yang Baik
Penulis: Slamet Teguh Rahayu |
Lima Teknik Dasar yang Harus Diketahui Untuk Menjadi Penjaga Gawang Futsal yang Baik
TRIBUNSUMSEL.COM - Seorang penjaga gawang merupakan sosok yang penting dalam futsal.
Hanya bermain dengan 5 orang didalam lapangan, tentu posisi penjaga gawang tidak bisa dikesampingkan.
Dalam futsal, posisi penjaga gawang bukan hanya sekedar untuk menghalau bola.
Namun juga harus harus memulai serangan dari bawah.
Akan tetapi sebagai penjaga gawang untuk menyelamatkan bola tentu tidak boleh salah dalam menghalau bola.
Bukan hanya sekedar agar bola tak masuk ke dalam gawang namun juga agar sang panjaga gawang tidak mengalami cedera.
Berikut beberapa skill dasar penjaga gawang yang wajib diketahui untuk mempertahankan gawang dari serangan tim lawan, serta bagaimana cara mengasahnya.
1. Latihan Refleks
Penjaga gawang harus memiliki refleks yang cepat.
Pasalnya, seorang penjaga gawang harus bergerak cepat untuk menyelamatkan gawangnya.
Salah satu tips mengasah refleks kiper futsal adalah dengan meminta dua striker (A dan B) dari tim Anda untuk bergantian menembak bola ke gawang Anda.
Minta pemain A untuk menembak pasokan bola dari area setengah lingkaran luar kotak penalti dan pemain B menendang bola dari titik penalti.
Pemain B harus berlutut memunggungi gawang, menghadap pemain A.
Minta pemain A untuk menendang bola dengan teknik half-volley menuju pemain B.
Pemain B harus gunakan tangannya untuk menangkis bola tersebut.
Tugas Anda sebagai kiper adalah bereaksi secepat mungkin terhadap perubahan arah bola agar tidak kebobolan.
Lakukan teknik latihan ini untuk 3-5 set pengulangan, dengan masing-masing set “berisi” enam kali tembakan.
Latihan ini meningkatkan kemampuan Anda untuk mengantisipasi dan bereaksi terhadap tembakan yang dibelokkan sehingga Anda siap untuk mengubah arah dengan kecepatan dan menghemat waktu selama permainan berlangsung.
• Lihat Keseruan Wisatawan Mandi dan Bermain di Air Terjun Temam Lubuklinggau
2. Menghalau Bola
Sebagai penjaga gawang tentu hal yang paling dasar ialah untuk menghalau bola.
Jika berhasil menghalau bola agar bola tidak masuk ke gawang, maka kemungkinan untuk memenangkan pertandingan jadi lebih besar.
Berikut beberapa tips agar seorang penjaga gawang dapat menghalau bola dengan baik.
Posisikan pemain A 5 meter di depan gawang dengan dua bola, kemudian minta pemain B berdiri di byline, 6 meter dari tiang terdekat, dengan 1 bola.
Minta pemain A untuk menembak bola rendah agar Anda dapat menangkapnya.
Anda kemudian harus sigap bangkit untuk bersiap menghadapi tembakan selanjutnya dari pemain A, yang merupakan tembakan lambung sedang/tinggi sekuat tenaga.
Bola ketiga kemudian dioper oleh pemain B dari byline ke pemain A, agar pemain A bisa melakukan shoot on goal.
Tugas Anda sebagai kiper futsal adalah bereaksi secepat mungkin terhadap perubahan flow bola ini.
• BERITA DUKA, Pimpinan Ponpes Sekaligus Ketua MUI Muratara KH Khoesin Said Tutup Usia
3. Melindungi Semua Sudut
Sebagai penjaga gawang, hal utama yang perlu dilakukan ialah untuk menghalau bola agar tidak masuk ke dalam gawang.
Untuk menghalau bola agar tidak masuk kedalam gawang.
Tentu seorang penjaga gawang harus pandai menutup semua sudut pada gawang yang dijaganya.
Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan agar dapat menutup gawang yang dijaga.
Jika pemain lawan berlari tanpa halangan tepat menuju Anda, jangan berdiri di atas garis gawang.
Saat lawan menendang bola ke kotak Anda dari jarak 10 meter, Anda harus mencoba untuk menangkap atau memukul bolanya.
Atau, tunggu tim Anda merebut bola atau membuangnya.
Anda dapat lari dengan cepat ke arah mereka untuk menantang nyali mereka.
Namun juga jangan cepat-cepat terjun ke tanah untuk menangkap bola.
Lawan yang cerdik akan menunggu Anda lengah dan melakukan kecerobohan seperti ini untuk memudahkannya mencongkel bola melewati Anda.
Salah satu strategi bagus yang bisa Anda gunakan adalah menunggu lawan mengeksekusi langkah pertamanya dan kemudian segera diving untuk mencengkram bola.
Saat latihan, buatlah dua gawang kecil dengan cone di masing-masing sisi Anda. Minta dua orang striker untuk berdiri 5 meter di depan masing-masing gawang temporer ini dengan persediaan bola.
Minta pelatih Anda untuk berdiri di antara dua orang striker tersebut dan tunjuk ke pemain yang ia inginkan untuk menembak bola ke gawang.
Anda bereaksi sesigap mungkin mengikuti dari mana dan ke mana arah bola ditembakkan — tapi pelatih bisa berubah pikiran dan langsung menunjuk ke server lain sebagai gantinya, memaksa Anda untuk mengubah arah dengan cepat.
Anda mungkin harus terjun untuk membuat save, menyerang bola sejauh mungkin, atau menangkis dengan tangan.
Lakukan teknik latihan ini untuk 3-5 set pengulangan, dengan masing-masing set “berisi” 8 kali tembakan.
• Transfer Liga 1 : Tak Produktif Musim Lalu, Arema FC Pastikan Gunakan Penyerang Asing Musim Depan
4. Menjatuhkan Diri
Salah satu hal yang paling penting bagi seorang kiper adalah keterampilan menjatuhkan diri.
Dengan teknik yang benar, peluangnya cedera akan jauh lebih sedikit.
Keterampilan menjatuhkan diri dapat diasah dengan meletakkan bola 5 meter di depan gawang, masih dalam kotak penalti.
Setelah itu letakkan tangan Anda di tiang jauh, ambil dua langkah ke samping dan jatuhkan diri ke arah bola.
Ini akan membuat Anda dalam posisi menyerang ke arah bola dan belajar untuk menjatuhkan diri dengan benar.
Ketika Anda merasa nyaman dengan gerakan ini, tambahkan bola lagi untuk Anda lompati, dan berbagai variasi penyelamatan bola lainnya.
Setelah satu sisi nyaman, beralih ke sisi lain dan jatuhkan diri dengan cara lain.
• Transfer Liga 1 : Resmi Bergabung, Ahmad Fellaini Maulana Siap Bersaing di Lini Tengah Bali United
5. Menangkap Bola
Menangkap bola dengan tepat dan aman akan mencegah terjadinya bola memantul, yang dapat dijadikan peluang emas bagi lawan untuk kembali menyerang.
Minta satu pemain untuk menendang bola ke arah Anda.
Kemudian posisi tangan pastikan menyerupai huruf “W”, agar posisi tangan selalu siap untuk menangkap bola dengan tepat.
Setelah tertangkap, letakkan bola di dada dengan posisi memeluk.
Untuk tembakan mendatar, Anda perlu lebih aktif untuk menjatuhkan lengan Anda dan kemudian menarik lengan tersebut ke arah dada untuk kembali mengamankan bola.