Pemilu 2019
PBB Siap Beri Kejutan di Pemilu 2019
Partai Bulan Bintang (PBB) menjanjikan akan menjadi partai peserta pemilu yang kompetitif di Pemilu serentak 2019 mendatang
Penulis: Arief Basuki Rohekan |
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Partai Bulan Bintang (PBB) menjanjikan akan menjadi partai peserta pemilu yang kompetitif di Pemilu serentak 2019 mendatang.
PBB optimis bisa meraih banyak suara dan lolos ambang batas (PT) 4 persen di DPR RI.
Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor mengatakan, potensi Partai Bulan Bintang untuk masuk kembali ke parlemen pada pemilu tahun 2019 terbuka lebar.
Optimisme itu dilatarbelakangi, oleh semakin meningkatnya dukungan dari masyarakat di sejumlah wilayah-wilayah potensial.
"Kita optimis pemilu 2019 akan kembali membawa PBB ke senayan, dan kader maupun caleg fokus ke Pileg untuk meraih suara," katanya.
• PLN Sempat Hentikan Pemasangan Meteran Pra Bayar (Token), Ini Alasannya dan Syarat Pasang Baru
• VIDEO : Driver Ojek Online Sudah 4 Hari Menghilang
Sementara terkait bencana tsunami Selat Sunda, PBB terus menyalurkan bantuan kepada korban tsunami di Pantai Anyer.
Kali ini bantuan diterima Kepala Desa Sambironyok Haji Medi.
PBB telah mendirikan Posko Bantuan di Desa Sambironyok yang dikomandoi Sekjen PBB Afriansyah Ferry Noor.
Bantuan logistik yang disalurkan berupa makanan, minuman, tenda dan pakaian layak pakai.
"Semua kebutuhan mulai, makanan, minuman dan selimut serta kebutuhan lain ada semua," jelas Ferry.
PBB menyatakan akan terus memberikan bantuan kepada korban.
• Ikut Evakuasi Personel Seventeen Pasca Tsunami Banten, Ini Perjuangan Ifan Govinda
• Warga Sumsel Tetap Waspada, Sebaran Debu Vulkanik Gunung Krakatau Menuju Arah Barat
PBB adalah yang pertama memberi bantuan pada pengungsi di Desa Kosambironyok, Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.
Tak lupa, Ferry juga menyampaikan ucapan duka cita yang mendalam dari Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra serta berharap semua yang terdampak dapat tabah dan sabar menghadapi ujian.
Tsunami di kawasan Banten dan Lampung Selatan pada Sabtu malam, 22 Desember 2018, telah merusak sejumlah bangunan dan rumah warga.