Tandang ke Kandang Arema FC, Hambali Thalib Tetap Enjoy

Seperti yang diungkapkan oleh Hambali Thalib pada Press Conference jelang pertandingan di Malang, Sabtu (8/12/2018) bahwa tim sudah siap 100 persen

Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Prawira Maulana
Tribunsumsel.com/Khoiril
Liga 1 Pekan 34 - Arema vs SFC 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bertahan atau malah terdegradasi?

Inilah dua kemungkinan yang harus diterima oleh Tim Sriwijaya FC usai menghadapi tuan rumah Arema FC pada laga pamungkas Liga 1 2018 di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (9/12) besok.

Arema vs Sriwijaya FC, Laga Penentu Nasib Coach Alfredo di SFC

Arema vs Sriwijaya FC, SFC Tanpa Manuchehr Dzalilov dan Zulfiandi, Ini Kata Alfredo Vera

Peluang Sriwijaya FC untuk tetap bertahan tetap ada jika mampu menekuk tuan rumah meskipun tiga poin dari kandang Arema belum pasti membuat Laskar Wong Kito bertahan di Liga 1.

Mengapa? Karena di hari yang sama tim papan bawah lainnya pula akan berjuang untuk beranjak dari zona degradasi.

Ditambah lagi poin SFC yang kini berada di peringkat 16 klasemen hanya 39 poin, sama dengan poin tim papan bawah lainnya yakni Mitra Kukar, Perseru dan PS Tira, sementara PSMS yang sebagai juru kunci simpan 37 poin.

Beban berat ada di pundak para skuad Sriwijaya FC. Meski dirasa sulit, anak asuh Alfredo Vera sudah berkomitmen untuk menyelamatkan tim yang kebanggaan Wong Sumsel itu.

Oleh sebab itu, tiga poin menjadi harga mati bagi Yu Hyun Koo cs.

Seperti yang diungkapkan oleh Hambali Thalib pada Press Conference jelang pertandingan di Malang, Sabtu (8/12/2018) bahwa tim sudah siap 100 persen untuk mempermalukan tim tuan rumah di kandang sendiri.

"Dari pemain sudah siap 100 persen untuk ambil poin penuh di sini (Stadion Kanjuruhan Malang," katanya.

Tidak mudah memang menaklukkan tim yang dikapteni oleh Hamka Hamzah yang juga merupakan kapten tim kesebelasan Arema FC itu, namun apapun bisa terjadi di lapangan. Main lepas dan tanpa beban menjadi modal pemain untuk tampil maksimal.

Manu Dzahlilov menyumbang satu gol untuk Sriwijaya FC saat bertemu dengan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (30/11/2018).
Manu Dzahlilov menyumbang satu gol untuk Sriwijaya FC saat bertemu dengan Mitra Kukar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Jumat (30/11/2018). (TRIBUNSUMSEL/Abriansyah Liberto)

"Menurut saya enjoy saja, pasti semua pemain rileks," ungkap Hambali yang merupakan pemain asal SFC U-19 ini.

Seperti kata pelatih, lanjut Hambali pemain pasti akan mengeluarkan seluruh kemampuannya saat di lapangan. Apalagi ini menjadi pertandingan terakhir sekaligus pertandingan penentu timnya akan lolos selamat atau malah terdegradasi dari Liga 1 musim ini.

"Setiap pertandingan kita anggap final. Kita akan berjuang habis-habiskan lawan Arema di laga terakhir karena berpengaruh pula bagi SFC agar tidak terdegradasi," ungkapnya.

Hambali
Hambali (WENY WAHYUNI/TRIBUNSUMSEL.COM)

Arema FC tanpa penonton, menurut Hambali tentu menjadi keuntungan bagi ia dan rekan-rekannya. Karena tak dapat dipungkiri bahwa pendukung kesebelasan tentu akan menambah semangat para pemainnya dan menjatuhkan mental lawan.

"Tentu kita diuntungkan dengan tidak adanya penonton nanti. Anggap saja kita main ditempat netral," terangnya.

Pelatih Sriwijaya FC, Alfredo Vera kala memberikan intruksi kepada Manuchekhr Dzalilov saat pertandingan Sriwijaya FC vs Mitra Kukar.
Pelatih Sriwijaya FC, Alfredo Vera kala memberikan intruksi kepada Manuchekhr Dzalilov saat pertandingan Sriwijaya FC vs Mitra Kukar. (Tribunsumsel.com/ Petrus Marudut)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved