Penembakan Prabumulih
Penembakan Prabumulih, Istri Zainal: Pak Kenapa Cepat Tinggalkan Kami
Air mata terus mengalir di pipi Verawati, istri dari Zainal, salah satu korban penembakan Prabumulih.
Penulis: Edison | Editor: Prawira Maulana
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Air mata terus mengalir di pipi Verawati, istri dari Zainal, salah satu korban penembakan Prabumulih.
Vera yang mengenakan jilbab hitam dan baju batik merah terus tersedu dan meringkuk sedih di hadapan jenazah suaminya.
Update Berita Penembakan Prabumulih
Sesekali Vera membuka kain penutup tubuh suaminya Zainal dan melihat muka serta mengelus bagian kepalanya.
"Pak, kenapa cepat meninggalkan kami," ungkap Vera sedih.
Jenazah Zainal dibawa dari kamar mayat RSUD Prabumulih usai dilakukan identifikasi dan kemudian dimandikan di rumah mertuanya di RT 03 RW 04 Karang Jaya Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih.
Janazah Zainal lalu dimakamkan di TPU setempat.
Zainal tewas dengan meninggalkan istri dan tiga orang anak laki-laki yang satu diantaranya merupakan anggota Polri bertugas di Batam.
Verawati ditemani kerabat dan keluarga dengan kondisi mata lebam menangis kemudian mengantar jenazah ke pemakaman.
Berikut Fakta-fakta Penembakan di Prabumulih
1. Posisi Korban
Warga mendatangi rumah Faisal dan kemudian bersama istri korban lalu bersama melihat Faisal dengan dua temannya sudah tewas terkapar bersimbah darah.
Zainal dalam posisi duduk dengan kepala ditembak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/istri-zainal-korban-penembakan-prabumulih-tampak-syok-didekat-janazah-suaminya.jpg)