Bupati OKU Timur Minta PID Jaga Angka Inflasi

Ketersediaan dan harga komoditas utama seperti Beras, Daging, Sayuran dan lainnya di pasaran harus terus diperhatikan oleh Dinas terkait.

Bupati OKU Timur Minta PID Jaga Angka Inflasi
EVAN HENDRA/SRIWIJAYA POST
Bupati OKI Timur saat melakukan rapat koordinasi Tim Pengendalian inflasi daerah (TPID). 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA - Ketersediaan dan harga komoditas utama seperti Beras, Daging, Sayuran dan lainnya di pasaran harus terus diperhatikan oleh Dinas terkait.

Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya inflasi. Demikian diungkapkan Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi SSos MSi saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) OKU Timur, di Aula Bina Praja II Setda OKU Timur pada Jumat (30/11/2018).

Berita ringan khas wong Palembang:

- Mari Membedah Kalimat Gelantum Ujinya dan Teka-teka Tatakannya

- Mengenal Sosok H Halim, Orang Kaya di Sumsel Sering Dikunjungi Presiden dan Banyak Tokoh Nasional

"Akhir tahun biasanya memasuki bulan-bulan paceklik atau memasuki bulan kruisial. Otomatis harga komoditas utama akan naik. Seperti saat ini harga daging ayam yang mengalami kenaikan, dari Rp28 ribu ke Rp35 ribu. Pemerintah berperan penting dalam memantau keseimbangan barang dan harga agar tidak terjadi inflasi," katanya.

Menurutnya, selain memantau harga dan ketersediaan komoditas, dirinya juga meminta agar Dinas terkait mencari terobosan dalam mengendalikan inflasi. Kemudian, infrastruktur yang baik juga menjadi perhatian khusus pemerintah daerah untuk menunjang, karena Infrastruktur berpengaruh kepada harga komoditas.

"Tingkat pengendalian inflasi yang bagus, akan mendapatkan penghargaan dari pemerintah. Hubungan antar daerah satu dengan daerah lain harus saling dukung agar ketersedian stok tidak sampai kekurangan, sehingga menaikkan tidak terjadi inflasi di pasaran. Selain itu, peran Perusahaan Daerah dibidang perdagangan sangat penting, agar selain harga dimasyarakat yang terjangkau namun tidak merugikan pihak petani atau produsen," pungkasnya.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved