Anggota Polisi Tegang Saat Psikotest Pegang Senjata
Ratusan anggota Polri yang berdinas di Polres Lubuklinggau tampak tegang saat mengikuti serangkaian psikotes memegang senjata api
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Ratusan anggota Polri yang berdinas di Polres Lubuklinggau tampak tegang saat mengikuti serangkaian psikotes memegang senjata api di Aula Bayangkara Polres Lubuklinggau.
Kepolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono mengatakan kegiatan psikotes tersebut merupakan kegiatan berkala yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali.
"Yang mengetesnya tim dari Polda Sumsel langsung," ungkapnya saat dibincangi Tribunsumsel.com. Rabu (28/11).
Disebutkannya ada beberapa tujuan pelaksanaan psikotes tersebut. Pertama hasil psikotes itu merupakan rujukan bagi anggota untuk memegang senpi.
"Supaya anggota yang memegang senpi tidak terjadi seperti kasus penembakan yang dulu. Jadi yang pegang Senpi harus punya surat psikologi itu," katanya
Lalu yang kedua, untuk profiling anggota. Misalnya ada anggota berdinas di Lantas atau Reskrim, untuk mengetahui mereka cocok atau tidak bisa dilihat dari sana.
"Ketika ada anggota tidak bisa tidur cepat, sedangkan dia harus apel pagi. Dengan pertimbangan itu kita bisa pindahkan anggota tersebut dengan hasil psikotes tersebut," katanya.
Ia menuturkan hasil pengumumannya akan dibawa ke Palembang lebih dahulu untuk dilakukan koreksi. Setelah proses koreksi selesai baru akan diumumkan hasilnya.
"Materi test itu ada tentang kecermatan, kepribadian dan kecerdasan. Semuanya ada skornya masing-masing," paparnya.
Ia menyebutkan jumlah anggota Polres Lubuklinggau seluruhnya 580 orang. Yang ikut psikotes lebih kurang 450 anggota dari perwira sampai dengan brigadir.
"Sisanya nanti yang belum bisa hadir kalau mau pegang Senpi berejolah dewek. Yang jelas harus ada surat hasil Psikotes," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/kapolres-lubuklinggau1213.jpg)