Hari Guru 25 November

Hari Guru Nasional 2018, Ini Sejarah Lengkap dan Kisah Perjuangan Guru Sejak Perjuangan Kemerdekaan

Hari Guru Nasional 2018, Ini Sejarah Lengkap dan Kisah Perjuangan Guru Sejak Zaman Sebelum Kemerdekaan. Perjalanan panjang itu patut ketahui

Hari Guru Nasional 2018, Ini Sejarah Lengkap dan Kisah Perjuangan Guru Sejak Perjuangan Kemerdekaan
Ilustrasi canva/tribunkaltim
Ilustrasi Selamat Hari Guru 

Tidak mudah bagi PGHB memperjuangkan nasib para anggotanya yang memiliki pangkat, status sosial dan latar belakang pendidikan yang berbeda.

Sejalan dengan keadaan itu maka di samping PGHB berkembang pula organisasi guru baru antara lain Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS),

Ada lagi Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB), disamping organisasi guru yang bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya.

Seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG) yang beranggotakan semua guru tanpa membedakan golongan agama.

Kesadaran kebangsaan dan semangat perjuangan yang sejak lama tumbuh, mendorong para guru pribumi memperjuangkan persamaan hak dan posisi dengan pihak Belanda.

Kumpulan Kata-kata Ucapan Selamat Hari Guru 2018 Cocok Dibagikan ke Facebook

Dikabarkan Cerai Karena Orang Ketiga, Gisel Akhirnya Buka Suara Soal Tersebut

Hasilnya antara lain adalah Kepala HIS yang dulu selalu dijabat oleh orang Belanda, satu per satu pindah ke tangan orang Indonesia.

Semangat perjuangan ini makin berkobar dan memuncak pada kesadaran dan cita-cita kemerdekaan.

Perjuangan guru tidak lagi perjuangan perbaikan nasib, tidak lagi perjuangan kesamaan hak dan posisi dengan Belanda, tetapi telah memuncak menjadi perjuangan nasional dengan teriak “merdeka”.

Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI).

Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata
“Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda.

Halaman
1234
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved