Cerita Fakultas Hukum Unsri Juara Peradilan Semu, Sempat Menangis dan Tim Bubar

FH Unsri berhasil menjadi Juara I Tingkat Nasional dalam Kompetisi Peradilan Semu.

Cerita Fakultas Hukum Unsri Juara Peradilan Semu, Sempat Menangis dan Tim Bubar
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIF
Inagurasi penyambutan kontingan Fakultas Hukum Unsri yang menjuarai lomba peradilan semu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Delegasi mahasiswa dari Fakultas Hukum (FH) Universitas Sriwijaya (Unsri) berhasil menjadi Juara I Tingkat Nasional dalam Kompetisi Peradilan Semu Anti Korupsi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, 16-20 November 2018 lalu.

Sebanyak 18 mahasiswa yang tergabung dalam Asia Law Students Asosiation (ALSA) Local Chapter Unsri ini didaulat sebagai juara pertama, setelah mendapatkan predikat Majelis Hakim terbaik, Penuntut Umum Terbaik, Saksi Terbaik, Panitera Terbaik, Berkas Terbaik dan Ahli Terbaik.

Lomba yang bertajuk National Anti Corruption Moot Court Competition (NACMCC) merupakan kompetisi peradilan semu tingkat nasional pertama di Indonesia yang memperebutkan Piala KPK.

Ketua Delegasi FH Unsri, M Ridwan mengatakan, mereka mempersiapkan selama tujuh bulan untuk mengikuti kompetisi peradilan semu piala KPK RI tersebut. Sebelum akhirnya merebut gelar juara banyak tantangan yang dihadapi mulai masalah tim sampai logistik.

“Sampai hari ini banyak sekali biaya-biaya yang kami keluarkan. Mungkin lebih dari Rp 70 juta, untuk berkas sendiri hampir Rp20 juta belum biaya lain," katanya

Ridwan juga menerangkan, beberapa permasalahan timbul di tengah jalan, dimana tim ini juga sempat bubar. Padahal sudah satu setengah bulan melakukan pemberkasan penyidikan karena panitia acara membatalkan acara tersebut. Mereka sempat menangis namun setelah itu ada pemberitahuan panitia acara tetap dilanjutkan.

“Kita disini sebagai tim Jaguar bukan sekadar nama, Jaguar kita ibaratkan sebagai hewan yang memang bukan penguasa hutan, kita bukan universitas terbaik di Indonesia tapi bermodalkan semangat, dedikasi tinggi , kita bisa mengalahkan lawan-lawan lain yang memiliki kualitas dan kapasitas lebih tinggi,” ucapnya.

Salah seorang delegasi mahasiswa FH Unsri, M Briliyan Alvayedo yang kini duduk di semester VII ini mengatakan secara pribadi dia mendapatkan juara untuk dua katagori yaitu kategori saksi terbaik dan ahli terbaik.

“Selanjutnya kedepan ada piala Mahkamah Agung , kami ikut yang Mahkamah Agung juga di Purwokerto, dilaksanakan pada Februari mendatang,”bebernya.

Dengan penghargaan ini dia berharap Unsri semakin terpandang dan sejarah dengan universitas hebat di Indonesia lainnya.

“Persiapan kita hanya 7 bulan, dan butuh perjuangan karena banyak yang mundur tapi kita ada cadangan, ” kenangnya.

Sementara Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unsri, Prof Dr Abdullah Ghofar SH MH saat membuka acara Welcoming Ceremony di Aula FH Unsri di Bukit Besar Palembang, Rabu (21/11/2018) mengatakan, delegasi mahasiswa FK Unsri yang mengikuti kompetisi peradilan semu piala KPK RI sudah berangkat ke Aceh pada 13 November 2018.

Menurutnya , untuk meraih prestasi itu bukanlah suatu proses yang gampang, karena mereka harus menyiapkan berkas saja berjibabku siang dan malam selama tujuh bulan baru mengikuti kompetisi tersebut.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved