Palembang Banjir

Cek Disini, 25 Titik Lokasi Rawan Banjir di Palembang

Hujan deras mengguyur Kota Palembang sejak Senin malam (12/11/18) hingga Selasa pagi (13/11/18) hujan berangsur mereda.

Tribunsumsel/Wenny R
Kantor BPMD Sumsel dibawah flyover Polda tergenang banjir 

TRIBUNSUMSEL.COM - Hujan deras mengguyur Kota Palembang sejak Senin malam (12/11/18) hingga Selasa pagi (13/11/18) hujan berangsur mereda.

Namun akibatnya sejumlah ruas titik Kota Palembang terkena dampak genangan air hujan.

Bukan lagi hal tabu bagi warga Palembang dengan situasi seperti ini. Banjir kerap bertamu dan singgah di pemukiman warga Palembang.

Apalagi bagi warga yang tinggal di titik-titik kawasan rawan banjir.

Tidak hanya membuat warga kelabakan karena barang-barang dirumah ikut tergenang banjir, namun arus lalu lintas pun tentu terkena dampaknya.

Kemacetan, lalu lintas kendaraan yang semrawut, bahkan hingga mesin kendaraan yang bisa saja tiba-tiba mati (mogok), harus terpaksa dialami warga Palembang.

Agar dapat tetap berhati-hati,

Tribun Sumsel mencoba merangkum beberapa titik lokasi banjir terkini melalui berbagai sumber media sosial di Palembang, seperti berikut ini.

Titik Banjir terkini

1. Depan Lorena
2. Depan Sumeks
3. KM.6
4. Simpang Polda
5. Dwikora
6. Depan Izzudin Demang
7. Siti Khodijah
8. Poligon
9. Kenten
10. Kawasan Basuki Rahmat

11. Simpang Polda
12. Mess Perwira Tridinanti
13. Jalan angkatan 45
14. Jalan Jend. Sudirman
15. Kawasan Sekip
16. Jalan Rajawali
17. Jalan Bangau
18. Jalan M.Isa
19. Sekojo Ajendam
20. Jalan Pipareja

21. Kebun bunga
22. Noerdin Pandji
23. Depan DAMRI Sukarame
24. Jalan Sersan kko badarudin dekat SMA Negeri 5 Palembang
25. Letnan mukmin

 
Palembang Bak Samudera
Melansir dari laman Sripoku.com, sejak Senin malam sekitar pukul 22.00 hingga 00.00 WIB hujan mengguyur deras Kota Pempek.
Sejumlah pengendara yang melintas di ruas Jalan Kapten A Rivai pada malam itu terpaksa melawan banjir untuk terus melaju mesin kendaraan roda duanya.
Beberapa pengendara harus terpaksa menelan rasa kesal lantaran mesin kendaraannya mati alias mogok.
Banjir yang menggenangi kawasan tersebut kira-kira setinggi lutut orang dewasa.
Seperti yang dialami Kurniadi, warga yang pulang ke KM 12 ini harus bersabar untuk menghidupkan motornya yang mogok.
"Tadi motor ini baik-baik saja. Saat melintas ke Arivai mendadak mogok. Ya Allah kenapa kalau hujan Palembang cak Samudera!" ujarnya yang berteduh di Roti Bakar Narsis.

Hal serupa juga dikeluhkan Tania, ia terpaksa berteduh karena sudah tiga jam hujan deras.

Padahal sudah tengah malam, namun karena tidak membawa jas hujan ia hanya menunggu dengan pasrah sampai hujan benar-benar berhenti.

"Kalau saya paksakan pulang, motor bisa mogok. Semoga saja hujannya tidak awet," ungkapnya.


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved