Pilpres 2019

Fadli Zon : Saya Ingatkan Yusril, Prabowo Bantu Partai Bulan Bintang (PBB), Jangan Lupa Sejarah

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memberikan peringatakan kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra

TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon 

TRIBUNSUMSEL.COM - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon memberikan peringatakan kepada Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra.

Dilansir TribunWow.com, hal tersebut tampak dari laman Twitter @fadlizon yang diunggah pada Sabtu (10/11/2018).

Fadli Zon mengingatkan agar Yusril Ihza Mahendra tidak melupakan sejarah.

Baca: Dahnil Senang Yusril Ihza Mahendra Gabung Jokowi, tapi Klaim Ulama Dukung Prabowo-Sandi

Baca: TV Online Vidio.com Live Streaming Borneo FC vs PSIS Semarang, Sedang Berlangsung Tonton Disini

Wakil Ketua DPR RI itu menyebutkan apabila dirinya dan Prabowo Subianto turut memberikan andil dalam berdirinya Partai Bulan Bintang.

"Sy ingatkan @Yusrilihza_Mhd , sy ikut lahirkan PBB n P @prabowo ikut mbantu partai ini bisa hadir pd waktu itu (1998).

Yg ikut mengajak Anda ke partai baru waktu itu adalah saya n alm. Farid Prawiranegara, putra Pak Sjafroeddin Prawiranegara.

Jgn lupa sejarah. Lalu kami keluar," kata Fadli Zon.

Postingan Fadli itu rupanya mendapat tanggapan dari mantan staf khusus Menteri ESDM Muhammad Said Didu.

Said Didu mengatakan jika adiknya juga turut berperan dalam melahirkan Partai Bulan Bintang.

"Adik saya juga ikut melahirkan PBB," kata Said Didu.

Postingan Fadli Zon-Said Didu
Postingan Fadli Zon-Said Didu (capture/Twitter)

Diketahui, sebelumnya Yusril Ihza Mahendra memberikan sejumlah kritikan kepada Prabowo Subianto.

Hal itu ia lakukan setelah memutuskan untuk bergabung menjadi kuasa hukum pasangan calon capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin.

Yusril Ihza Mahendra sempat mempertanyakan format koalisi Adil dan Makmur milik paslon Prabowo-Sandiaga Uno.

"Kalau partai-partai hanya diajak koalisi mendukung paslon Prabowo-Sandi tanpa format yang jelas, sementara pada detik yang sama rakyat memilih presiden dan wapres serta memilih caleg pada semua tingkatan, maka pembagian 'peta dapil' menjadi sangat penting sebagaimana dapat dicontoh sebagai perbandingan dari Pemilu di Malaysia," ucap Yusril dilansir dari Tribunnews.com.

Ia menyebutkan tidak adanya sinkronisasi dalam koalisi Prabowo dalam Pilpres dan Pemilu Legislatif 2019.

"Dalam 'koalisi' di sini, di satu pihak anggota koalisi disuruh all out kampanyekan Prabowo-Sandi, tetapi dalam pileg di suatu dapil sesama anggota koalisi saling bertempur untuk memperoleh kemenangan bagi partainya," Katanya.

Baca: Soal Susah Komunikasi, Begini Sindiran Yusril Izha Mahendra untuk Koalisi Prabowo-Sandi & Gerindra

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved