Informasi Kekeringan Kemarau Panjang Akan Terjadi Pada Tahun 2019 sampai 2022, Ini Penjelasan BMKG
Beredarnya informasi di masyarakat mengenai kemarau panjang yang akan terjadi pada 2019 hingga 2022
TRIBUNSUMSEL.COM - Beredarnya informasi di masyarakat mengenai kemarau panjang yang akan terjadi pada 2019 hingga 2022.
Informasi tersebut seolah-olah dikeluarkan secara resmi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Baca: Senin Hari Ini, di Pasar Spot Nilai Tukar Dollar Terhadap Rupiah di Buka Hampir Sentuh Rp 15.500
Namun, Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menegaskan, pihaknya tidak pernah mengeluarkan pernyataan seperti itu.
Narasi yang beredar:
Informasi beredar luas di masyarakat melalui media sosial maupun pesan berantai aplikasi WhatsApp.
Inti dari informasi tersebut adalah BMKG menyatakan bahwa akan terjadi kemarau panjang mulai 2019 hingga 2022.
Selain itu, disebutkan pula cadangan air dunia saat ini hanya tersisa 3 persen saja.
Baca: Dulu Sempat Saling Sindir, Kini Chika Jessica dan Dwi Andhika Didoakan Balikan Gara-gara Hal Ini
Beberapa isu lain seperti siaran informasi resmi BMKG mengenai peluang fenomena El Nino skala lemah pada kuartal akhir 2018 dan prediksi musim hujan yang dikatakan akan terlambat masuk sebagaimana rata-rata klimatologis, juga dikaitkan pada informasi bohong ini.
Pesan yang beredar ini semakin rancu, karena di dalamnya disebutkan bahwa informasi tersebut valid dan menyebut penelitian di luar negeri banyak yang memprediksikan kemarau panjang mulai tahun 2018 atau 2019 hingga 2020.
Berdasarkan informasi itu, indikasinya adalah posisi air bawah tanah semakin dalam (semakin jauh dari permukaan) dan tingkat pengendapan air di tanah makin berkurang.
Penelusuran Kompas.com: Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko mengatakan, informasi yang beredar di masyarakat tersebut adalah bohong atau hoaks.
Informasi seperti ini, tambah Hary, pernah muncul pada 2016.
"Hanya hoaks atau isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan dan membohongi masyarakat," kata Hary kepada Kompas.com, Senin (15/10/2018).
Menurut Hary, isu ini tidak mempunyai dasar ilmiah yang jelas.
"Sampai saat ini belum ada yang dapat memprediksi musim kemarau sampai lebih dari satu tahun," ujar Hary.
BMKG juga memberikan klarifikasinya melalui akun resmi Instagramnya, @infobmkg.
Hary mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh terhadap berita kemarau panjang ini.
"Tidak perlu dihiraukan dengan informasi tersebut," kata dia. . . .
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "[HOAKS] Kemarau Panjang Akan Terjadi pada 2019 hingga 2022", https://nasional.kompas.com/read/2018/10/15/11472591/hoaks-kemarau-panjang-akan-terjadi-pada-2019-hingga-2022.