Netizen Indonesia Komentar Soal Perilaku Warga Malaysia, Awalnya Takut Dibully Tapi Berakhir Indah

Netizen Indonesia Komentar Soal Perilaku Warga Malaysia, Awalnya Takut Dibully Tapi Berakhir Indah

Kolase Twitter/qronoz dan Malaysia Today
Syed Saddiq 

TRIBUNSUMSEL.COM - Netizen Indonesia Komentar Soal Perilaku Warga Malaysia, Awalnya Takut Dibully Tapi Berakhir Indah

Jawaban netizen Malaysia saat ditanya netizen Indonesia ini tuai pujian dari Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia, Syed Saddiq.

Hal ini bermula dari pemberitaan seorang skateboarder asal Malaysia, Fatin Syahirah Roszizi.

Fatin Syahirah Roszizi adalah skateboarder yang mewakili Malaysia di Asian Games 2018.

Sama seperti skateboarder asal Indonesia, Bunga Nyimas, usia Fatin juga masih belia.

Ia masih berusia 16 tahun.

Di Asian Games, ia berjuang bersama skateboarder lainnya, Yaziru Amiru Dasyir Zainordin, Ian Nuriman Amri, dan Christina Lai Grace.

Fatin Syahirah Roszizi
Fatin Syahirah Roszizi (Stadium Astro)

Namun, Fatin di-bully habis-habisan oleh netizen Malaysia.

Fatin meraih posisi terakhir di nomor women's street pada Rabu (26/8/2018).

Pertandingan itu dimenangkan oleh Margielyn Didal dari Filipina.

Sedangkan Kaya Isa dari Jepang dan Bunga Nyimas dari Indonesia mengantongi medali perak dan perunggu.

Segera setelah laga berakhir, Fatin langsung dikritik habis-habisan oleh netizen Malaysia.

Fatin bahkan sampai disebut sebagai "a disgrace to the national contingent (aib kontingen negara)" dan "a waste of time and money (buang-buang waktu dan uang)".

Hingga akhirnya, Fatin menghapus beberapa posting-annya di akun Instagram @fatinsyahirahroszizi.

Fatin lalu meninggalkan Instagram Story berlatar hitam dengan tulisan "Sorry, Malaysia".

Instagram/fatinsyahirahroszizi
Instagram/fatinsyahirahroszizi ()

Mengetahui hal tersebut, Menpora Malaysia, Syed Saddiq, tak tinggal diam.

Lewat akun Twitter-nya, @SyedSaddiq, ia mengungkapkan kegeramannya, Kamis (30/8/2018).

"This should never happen! Mmg senang orang kritik tapi kita x berada di tempat dia. To be 16 & representing your country, the pressure must be unimaginable. Jika ada pihak yang patut dikritik, kritiklah kementerian & persatuan, bukan Fatin. Malaysians, we are better than this."

"(Ini tidak seharusnya terjadi! Memang orang suka kritik tapi kita tak berada di tempat dia. Usia 16 & merepresentasikan negaramu, tekanannya tak bisa dibayangkan. Jika ada pihak yang patut dikritik, kritiklah kementerian & persatuan, bukan Fatin. Warga Malaysia, kita lebih baik dari ini.)"

 

Tweet Syed Saddiq ini lalu ditanggapi seorang netizen Indonesia, @Blitariawan.

"Mas, Mbak maaf sebelumnya kok orang malaysia kalo ngomong atau ngetik campur campur sama bahasa inggris kenapa ya ?," tulis @Blitariawan, Kamis (30/8/2018).

Pertanyaannya kemudian dijawab seorang netizen Malaysia.

"Maaf memang sesetengah kami biasa begitu. Sudah budaya dlm percakapan harian. Bahasa Inggeris ni ringkas, mesej disampaikan tanpa banyak menulis," balas @ElationStuff.

 

Akun @Blitariawan pun berterima kasih pertanyaannya sudah dijawab.

"Makasih banyak sudah menjelaskan, padahal saya sudah suudzon "waduh bakal dibully saya". Terima Kasih sekali lagi atas pengetahuannya."

"Kenapa harus dibuli pertanyaan yang biasa & sopan begitu? Sikap ingin tahu itu penting utk saling kenal & ukhwah. You are very welcome here. Maaf 'mbak' itu bukan khas untuk wanita kah?," balas @ElationStuff.

Netizen Malaysia dan Indonesia
(Twitter)

Syed Saddiq lalu ikut nimbrung di percakapan kedua netizen tersebut.

"Terima kasih. Kalau semua rakyat Malaysia berbudi bahasa seperti anda, memang lebih dihormati lah kami," kicau @SyedSaddiq, Jumat (31/8/2018).

 

Screenshot percakapan tersebut lalu diunggah oleh akun @qronoz, Sabtu (1/9/2018).

Ia menuliskan, "Belajar budaya negara tetangga kita Malaysia lewat Twitter. Kuncinya sederhana: nggak gampang tersinggung."

 

Tweet @qronoz ini hingga berita ditulis, sudah di-retweet hampir 2.000 kali dan menuai 1.100 likes.

Unggahan inipun menuai komentar netizen.

"Saya pun demikian. Bertemu dengan teman baru seperjalanan orang Malaysia ketika keliling Eropa. Dia sangat friendly dan very helpful.," tulis @Carolina_Chlara.

"Kalau disini ngomong campur english dikatain anak jaksel masa," kata @arieridwan8.

 


Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved