Berita Selebriti

Ahmad Dhani Sebut Ada Kordinasi Antara Polisi dan Pendemo Surabaya ,' Bukan Saya Disuruh Pulang'

Musikus Ahmad Dhani Prasetyo mencurigai adanya koordinasi antara massa yang mendemonya di Surabaya dengan

kolase/net
Ahmad Dhani Dilaporkan ke Polda Jatim 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Musikus Ahmad Dhani Prasetyo mencurigai adanya koordinasi antara massa yang mendemonya di Surabaya dengan pihak kepolisian.

Ia menilai polisi membiarkan gerombolan massa yang mendemonya hingga bertindak anarkis.

"Seharusnya polisi menangkap pendemo yang anarkis, ini malah saya yang bersama keluarga yang sedang di restoran diminta pulang," kata Dhani di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Senin (3/9/2018).

Dhani juga menuturkan polisi memintanya untuk pulang dengan alasan demi keselamatan dirinya.

"Dia bilang dan memohon agar saya bisa segera diantar ke bandara demi keselamatan, ini halus sekali ngusirnya, jadi saya bukan diusir massa, tapi diusir polisi," ucap Dhani.

Diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu Dhani di demo massa ketika hendak mendeklarasikan gerakan #2019GantiPresiden, di Kota Surabaya, Jawa Timur.

 Penulis: Dwi putra kesuma

Berita ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Insiden Surabaya, Ahmad Dhani: Harusnya Pendemo Anarkis Ditangkap, Ini Malah Saya Disuruh Pulang

==

Aksi #2019GantiPresiden pada Minggu (26/8/2018) lalu masih berbuntut pada permasalahan hukum.

Pasalnya, pada Kamis (30/8/2018) sore kemarin, politikus dari Partai Gerindra, Ahmad Dhani Prasetyo dilaporkan ke Polda Jatim.

Dhani yang juga aktivis gerakan #2019GantiPresiden itu dinilai telah melecehkan massa Koalisi Elemen Bela (KEB) NKRI.

Sebab, dengan melontarkan kalimat peserta demo idiot saat di Hotel Majapahit pada, Minggu (26/8), membawa Dhani harus berurusan dengan jalur hukum.

Ternyata, laporan resmi itu telah dilakukan Ketua KEB-NKRI, Edi Firmanto pada Kamis (30/8/0281) kemarin.

Edi menjelaskan, laporan itu merupakan puncak dari tuntutan permintaan maaf yang tak kunjung disampaikan Dhani pada peserta aksi.

"Akhirnya, ya (Dhani) harus kami laporkan," beber Edi, saat dikonfirmasi TribunJatim.com melalui telepon selueler, Jumat (31/8/2018) siang.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved