Ahli Temukan Bahaya Minyak Kelapa, Ini Dampaknya Bagi Tubuh

Michels menilai, minyak kelapa menjadi makanan terburuk manusia karena kandungan lemak jenuhnya yang sangat tinggi

recipeshappen
Minyak goreng bekas 

Klaim seputar minyak kelapa Banyak klaim kesehatan seputar minyak kelapa bergantung pada penelitian hewan atau tidak menguji hal-hal yang berkaitan dengan pola diet manusia.

Misalnya, situs web chiropractor dan ahli gizi klinis Josh Axe, yang mendukung penggunaan minyak kelapa. Mereka mengacu pada studi 1985 yang terbit di Journal of Toxicology and Environmental Health, yang menunjukkan minyak kelapa dapat membantu penurunan berbat badan.

Dalam studi itu, sebenarnya ahli menyuntikkan tikus dengan bahan kimia sintetis yang menyerupai asam kaprat dan ditemukan dalam minyak kelapa.

Tikus percobaan memang berhenti makan dan kehilangan berat badan, tetapi suntikan itu juga memperlambat detak jantung mereka dan menurunkan suhu tubuh basal, sebagai efek beracun.

AHA juga membantah klaim bahwa minyak kelapa dapat memperbaiki metabolisme tubuh. Agar minyak kelapa tidak berdampak buruk untuk kesehatan, AHA menyarankan untuk menggunakan minyak kelapa dalam jumlah sedang dan seperti yang disarankan di atas.

"Tidak ada satu pun makanan yang secara ajaib dapat menurunkan berat badan atau membantu kesehatan. Semuanya butuh keseimbangan. Kita bisa makan makanan yang mengandung minyak kelapa, dengan catatan itu cocok untuk kita dan jumlahnya sedang," ujar Melissa Majumdar, ahli diet dari Brigham and Women's Hospital Center for Metabolic and Bariatric Surgery.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ahli Sebut Minyak Kelapa Sebagai Racun Murni, Benarkah?", https://sains.kompas.com/read/2018/08/23/180300623/ahli-sebut-minyak-kelapa-sebagai-racun-murni-benarkah-?utm_campaign=Dlvrit&utm_source=Twitter&utm_medium=Social.

Sumber: Kompas
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved