Gempa Lombok

Akibat Gempa Lombok Berkekuatan 7 SR, 33 Orang Tercatat Meninggal Dunia, 2 di Antaranya di Bali

Akibat Gempa Lombok Berkekuatan 7 SR, 33 Orang Tercatat Meninggal Dunia, 2 di Antaranya di Bali

TRIBUN BALI/RIZAL FANANY
Pihak Rumah Sakit Sanglah mengambil langkah mengevakuasi seluruh pasien yang ditempatkan di bangsal akibat gempa bumi yang berpusat di Lombok, NTB, Minggu (5/8/2019). Beberapa tenda darudat pun didirikan di lapangan yang ada di Rumah Sakit Sanglah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, DENPASAR - Akibat Gempa Lombok Berkekuatan 7 SR, 33 Orang Tercatat Meninggal Dunia, 2 di Antaranya di Bali

Gempa bumi berkekuatan 7 SR yang berpusat di pulau Lombok bagian utara sangat terasa di Klungkung, Bali.

Bahkan,seorang warga asal Dusun Penasan, Desa Tihingan, I Wayan Dharmawan (41) harus dilarikan ke UGD RSUD Klungkung karena tertimpa tembok.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.46 wita. Sebelum kejadian, Wayan Dharmawan sedang berkumpul bersama rekan-rekannya. Namun tiba-tiba ia merasakan guncangan gempa yang cukup keras dan langsung pani

 "Saya panik dan berlari pulang untuk selamatkan istri dan anak saya," ujar Wayan Darmawan saat mendaparkan perawatan di UGD RSUD Klungkung.

Namun saat berlari di gang, tiba-tiba tembok tetangga roboh dan menimpa Wayan Darmawan hingga tersungkur.

Tetangga sekitar pun lalu menyelamatkan Wayan Darmawan dan segera memabwanya ke UGD RSUD Klungkung.

"Dari tubuh hingga ke kaki saya ditimbun robohan. Setelah tertimbun itu, saya tidak sadarkan diri," ungkapnya.

 

Beruntung Wayan Darmawan hanya mengalami luka lecet akibat peritiwa tersebut. Tidak hanya Wayan Dharmawan, Ibu dua anak asal Desa Tangkup, Kecamatan Sidemen, Karangasem, Ni Luh Sukendriasih harus dilarikan ke RSUD Klungkung.

Ia mengalami patah tulang karena terjatuh ketika berusaha menyelamatkan diri, saat gempa mengguncang.

"Ketika gempa terjadi, dia (Sukendriasih) sedang latihan gamelan di banjar," ujar I Wayan Bakti.

Ketika gempa terjadi, Sukendriasih langsung berlari menyelamatkan diri denagn loncat dari panggung balai banjar.

Saat berusaha menyelamatkan diri itu, ia terjatuh hingga tangan kananya patah. Ia pun dilarikan ke UGD RSUD Klungkung.

Patah tulang juga dialami Ni Wayan Genep (55), warga desa Kerta Bhuana, Kecamatan Sidemen, Karangasem.

Ketika gempa, Ni Wayan Genep berlari berusaha menyelamatkan diri. Namun tiba-tiba tembok rumahnya roboh dan menimpa kaki dari Ni Wayan Genep.

"Telapak kaki kanannya patah karena tertimpa tembok," ujar Nyoman Kicen, kerabat dari Ni Wayan Genep

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved