Chairman and Founder Jababeka: Paradigma Anti Asing Perlu Diluruskan untuk Bangun Kota Baru
Modal itu bisa didapat diantaranya dari investor asing. Tapi yang masih menjadi kendala adalah pemahaman masyarakat
Penulis: Hartati |
Laporan Wartawan Tribun Sumsel.com, Hartati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - SD Darmono, Chairman and Founder Jababeka Tbk mengatakan, untuk membangun kota baru dari nol pasti memerlukan dana tidak sedikit. Sebab banyak hal yang perlu disiapkan.
Modal besar inilah yang selama ini menjadi kendala karena mau tidak mau diperlukan investor membangunnya.
Modal itu bisa didapat diantaranya dari investor asing. Tapi yang masih menjadi kendala adalah pemahaman masyarakat sekitar yang masih "anti asing" sehingga kerap kali usaha menarik investor ini terkendala.
Baca: Acara Karma ANTV Dinyatakan Haram Oleh Ulama NU Jawa Timur, Ini Alasannya
Pemahaman inilah yang harus diubah. Paragadima anti asing inilah yang harus diluruskan.
Dia mencontohkan seperti Tiongkok, bisa sukses membangun bisnis karena negara tidak terlalu banyak campur tangan.
Cukup mereka yang berkompeten saja yang mengatur negara yakni orang pintar, orang yang memiliki kekuasaan dan orang elit.
Baca: Hasil Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam - Diwarnai 2 Penalti dan Kartu Merah, Timnas Hajar Vietnam
Ketiga elemen ini jika digabungkan maka tujuannya akan jelas dan cepat tercapai.
Orang elit yang punya regulator, penguasa, dan orang terpelajar. Tiga kelompok ini harus disatukan.
Orang bijak memberikan sumbangsih ilmu dan penelitiannya untuk memajukan daerah. Sementara itu pemerintah menciptakan suasana harmonis dan kondusif sehingga bisa mengumpulkan investasi dari pengusaha.
"Jadi tidak perlu banyak orang mengurus negara asal tujuan dan kapasitasnya tepat maka cepat merealisasikannya," kata Darmono di sela kegiatan Indonesia Economic Forum di Hotel Aryaduta, Kamis (2/8/2018).