Breaking News

Chairman and Founder Jababeka: Paradigma Anti Asing Perlu Diluruskan untuk Bangun Kota Baru

Modal itu bisa didapat diantaranya dari investor asing. Tapi yang masih menjadi kendala adalah pemahaman masyarakat

Penulis: Hartati |
Tribun Sumsel/ Hartati
Kegiatan Indonesia Economic Forum dihadiri SD Darmono, Chairman and Founder Jababeka Tbk di Hotel Aryaduta, Kamis (2/8/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Sumsel.com, Hartati

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - SD Darmono, Chairman and Founder Jababeka Tbk mengatakan, untuk membangun kota baru dari nol pasti memerlukan dana tidak sedikit. Sebab banyak hal yang perlu disiapkan.

Modal besar inilah yang selama ini menjadi kendala karena mau tidak mau diperlukan investor membangunnya.

Modal itu bisa didapat diantaranya dari investor asing. Tapi yang masih menjadi kendala adalah pemahaman masyarakat sekitar yang masih "anti asing" sehingga kerap kali usaha menarik investor ini terkendala.

Baca: Acara Karma ANTV Dinyatakan Haram Oleh Ulama NU Jawa Timur, Ini Alasannya

Pemahaman inilah yang harus diubah. Paragadima anti asing inilah yang harus diluruskan.

Dia mencontohkan seperti Tiongkok, bisa sukses membangun bisnis karena negara tidak terlalu banyak campur tangan.

Cukup mereka yang berkompeten saja yang mengatur negara yakni orang pintar, orang yang memiliki kekuasaan dan orang elit.

Baca: Hasil Timnas Indonesia U-16 vs Vietnam - Diwarnai 2 Penalti dan Kartu Merah, Timnas Hajar Vietnam

Ketiga elemen ini jika digabungkan maka tujuannya akan jelas dan cepat tercapai.

Orang elit yang punya regulator, penguasa, dan orang terpelajar. Tiga kelompok ini harus disatukan.

Orang bijak memberikan sumbangsih ilmu dan penelitiannya untuk memajukan daerah. Sementara itu pemerintah menciptakan suasana harmonis dan kondusif sehingga bisa mengumpulkan investasi dari pengusaha.

"Jadi tidak perlu banyak orang mengurus negara asal tujuan dan kapasitasnya tepat maka cepat merealisasikannya," kata Darmono di sela kegiatan Indonesia Economic Forum di Hotel Aryaduta, Kamis (2/8/2018).

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved