Caleg 2019
Persaingan Ketat Pemilihan Legislatif Lahat, 40 Anggota DPRD Ikut Lagi Pencalonan
Tentu akan menjadi tantangan bagi kita sebagai pendatang baru. Sebab secara financial mereka kuat
TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT -Pendaftaran Bacaleg DPRD Lahat tahun 2019 di KPU Lahat banyak dihiasi muka lama.Dari 40 anggota DPRD Lahat, mayoritas kembali mencalonkan diri.
Mulai dari Parhan Berza dari Golkar, Niko Fransisko dari PAN, Parisman dari PKB, Zuhdan Effendi dari PDI P, Bambang dari PBB, Nizarrudin partai PPP, Gharu partai Gerindra dan nama lainya.
Ada juga yang akan mencalonkan diri ke DPRD Provinsi seperi Purnawarman dari Partai Hanura, Herliansyah PDIP dan nama lain.
Baca: Setiap Hari Truk Antre di SPBU Simpang Tais PALI, Mobil Operasional Pol PP Sering Tidak Kebagian BBM
Pertarungan merebutkan kursi di DPRD Lahat diperikdiksi akan semakit sengit dengan kehadiran para pendatang baru seperti Nopran Marjani dari Gerindra, Ahmad Syahri Kurnianto dari PKB, Balkisri dari Demokrat dan sederet nama lainya.
"Tentu akan menjadi tantangan bagi kita sebagai pendatang baru. Sebab secara financial mereka kuat. Tapi untuk ide, gagasan, inovasi dan komitmen serta keberpihakan tehadap masyarakat boleh diuji, "ungkap Ahmad Syahri Kurnianto, Caleg PKB Dapil I Lahat, saat dihubungi, Rabu (25/7/2018).
Dengan modal tersebut, dikatakan Syahri dirinya optimis dapat merebut hati masyarakat di wilayah Dapilnya lantaran hal itu tidak dimiliki oleh kompetitornya. "Insaallah dengan niat baik yang telah ditanamkan perjungan menuju parlemen ini merupakan perjuangan untuk ibadah dan mengabdi, "ujarnya.
Baca: Drama Video Audisi Dangdut yang Viral Kembali Berlanjut, Akun KDI Unggah 8 Fakta Seputar Waode Sofia
Senada, Caleg pendatang baru dari Partai Demokrat Dapil III, Balkisri. Ditegaskan Balkisri, masih bertahanya muka lama tentu akan menjadi motivasi tersendiri baginya untuk bisa lebih baik dan berbuat yang terbaik bagi masyarakat. Tak hanya itu, adanya incumbent dan pendatang baru akan memudahkan pemilih saat memberikan suaranya.
"Tentu ini sangat positif sekali bagi demokrasi dan tentunya opsi pilihan bagi warga. Jika memang selama ini incumbent tersebut dinilai baik tentu warga akan kembali memilihnya. Namun, demikian bagi pendatang baru yang memang punya komitmen dal mewakiki rakyatnya juga tidak menutup kemungkinan menggeser incumben tersebut, "ujarnya. (SP/Ehdi Amin)