Caleg 2019
Milly Ratudian Aktivis Cantik Pilih Bertarung ke Senayan Karena Alasan Pendidikan
Selama ini korupsi dan intoleransi menjadi akar permasalahan yang menghambat kemajuan Indonesia di berbagai bidang, khususnya pendidikan.
TRIBUNSUMSEL.COM - Sampai beberapa bulan lalu, Milly Ratudian Purbasari jauh dari dunia politik.
Ia seorang arsitek. Kini, tekadnya mantap menjadi calon anggota legislatif Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Barat II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat).
Baca: Netizen Ramaikan #MilenialDukungPrabowoAHY dan #KitaBerjodo
Menjadi arsitek merupakan cita-cita Milly sejak kecil. Itu semua berawal dari hobi bermain lego dan menggambar rumah.
Selulus SMA, istri dari Shafiq Pontoh ini kuliah di Jurusan Teknik Arsitektur, Universitas Parahyangan.
Latar belakang sebagai arsitektur membawa Milly bergabung dengan berbagai operator hotel besar.
Atas dedikasi dan prestasi cemerlangnya, ia dipercaya sebagai Manajer Layanan Teknis dan Arsitek Korporat Golden Tulip dan Tauzia Hotel Management saat usianya belum 30 tahun.
Baca: Pengacara Habib Rizieq Resmi Caleg PDIP, Kapitra Ampera :Silakan Panggil Saya Cebong
Sibuk dengan karier profesional tidak lekas membuat Milly jauh dari aktivitas sosial. Milly memang telah aktif berkegiatan sosial sejak di bangku kuliah.
Ia pernah menjadi Relawan Studio Habitat, yang memberikan desain gratis untuk Habitat for Humanity.
Kemudian ibu dua anak ini tergabung dalam gerakan “Save Babakan Siliwangi” untuk menyelamatkan Babakan Siliwangi sebagai hutan kota di Bandung. Indonesia Berkebun juga merupakan komunitas yang ia turut bangun. Kemudian menjadi relawan di Komunitas Keluarga Kita yang turut aktif mengadakan kelas parenting di Jakarta.
Dulu alasan Milly aktif di komunitas karena tidak percaya dengan politik.
“Dalam anggapan saya, di politik, kebanyakan orang haus akan kekuasaan saja. Sementara di komunitas relawan, yang menjadi tujuan bukan uang dan kekuasaan," katanya dilansir Tribunsumsel.com dari website PSI.
Namun, pada akhirnya, dia merasa perlu masuk ke dalam sistem untuk melakukan perubahan. Milly ingin melakukan perbaikan melalui dunia pendidikan.
Bagi dia, selama ini korupsi dan intoleransi menjadi akar permasalahan yang menghambat kemajuan Indonesia di berbagai bidang, khususnya pendidikan. Untuk itu ia ingin memperjuangkan pendidikan yang berkualitas dan setara di Indonesia.
Kehadiran PSI membuat dia berubah pikiran soal politik.
Baca: Besok Tiba di Palembang, Ini Fakta-fakta Pemain Baru Sriwijaya FC, Alan Henrique
“Saya sangat anti korupsi. PSI jelas mengembangkan misi itu. Saya juga melihat PSI membawa cara baru dalam politik. Buat saya, ini bisa membawa perubahan di perpolitikan Indonesia,” kata perempuan kelahiran Bandung pada 1984 ini.