Berita Politik

Sama-sama Didukung NU, Cak Imin : JK Ibarat Ferrari Penumpang NU Sedikit

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai, dirinya memiliki pendukung yang lebih besar dari basis massa Nahdlatul Ulama

Sama-sama Didukung NU, Cak Imin : JK Ibarat Ferrari Penumpang NU Sedikit
Jusuf Kalla dan Muhaimin Iskandar 

TRIBUNSUMSEL.COM - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menilai ia dan Wakil Presiden Jusuf Kalla sama-sama mendapat dukungan dari kalangan santri dan Nahdliyin.

Pria yang akrab disapa Cak Imin ini menilai, dirinya memiliki pendukung yang lebih besar dari basis massa Nahdlatul Ulama.

Baca: Partai Berkarya Diisi Keluarga Cendana, Inilah Biodata Trah Soeharto Didalamnya

Baca: Manajemen SFC Diminta Segera Temui Herman Deru, Ini Jawaban Tegas Muddai Madang

Mantan Ketum PB PMII ini juga membandingkan dia bersama Kalla, dimana Cak Imin menilai sosok politisi asal Sulsel itu sebagai mobil mewah namun sedikit penumpang.

"Pak JK itu kalau mobil itu (ibarat) Ferrari, penumpangnya sedikit di NU. Kalau saya (ibarat) Alphard, mobilnya diisi banyak orang bisa," ujar Cak Imin saat ditemui di Kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (21/7/2018).

"Jadi Pak JK itu NU yang tidak bawa penumpang NU yang besar," tambahnya Cak Imin.

Cak Imin yakin dan optimistis, kemungkinan menjadi pendamping Presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019.

"Selama janur belum melengkung, masing-masing punya kans, begitu saja, lah," kata dia.

Jika dirinya tidak terpilih menjadi cawapres Jokowi, apakah masih tetap berada di koalisi pendukung Jokowi?

Cak Imin menjawab bahwa dia tak ingin berandai-andai. "Kalau seandainya jadi bagaimana? Jangan bilang seandainya enggak jadi, seandainya jadi, begitu saja, sudah," kata Cak Imin.

Muhaimin untuk menjadi cawapres Jokowi tentu tak mudah. Sebab, aturan presidential threshold mensyaratkan PKB harus berkoalisi hingga mendapatkan 20 persen kursi DPR.

Jika ingin mengajukan pasangan capres-cawapres. Selain itu, PKB hanya mendapatkan 9,04 perolehan suara nasional, jauh dari syarat 25 persen perolehan suara nasional untuk dapat mengajukan pasangan capres-cawapres.

Karena itu, Muhaimin pun harus bersaing keras dengan sejumlah nama untuk dapat maju sebagai cawapres Jokowi, tidak hanya Jusuf Kalla.

Pesaing lain Cak Imin antara lain Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy, atau tokoh seperti mantan Ketua MK Mahfud MD dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau yang dikenal dengan panggilan Tuan Guru Bajang.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cak Imin: JK Ibarat Ferrari Penumpangnya Sedikit di NU, Saya Alphard", https://nasional.kompas.com/read/2018/07/22/05340011/cak-imin--jk-ibarat-ferrari-penumpangnya-sedikit-di-nu-saya-alphard.

Editor: Siemen Martin
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved