Said Didu : Koruptor Diperas Kepala Penjara, Siapa Yang Peras Kepala Penjara

Hasil penyidikan sementara diketahui permintaan mobil hingga fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin terjadi secara terang-terangan

Tribun Jabar
Kalapas Sukamiskin Wahid Husen 

TRIBUNSUMSEL.COM - Jagat Indonesia sejak beberapa hari heboh atas penangkapan Kepala Lapas (Kalapas) Sukamisin Bandung, Wahid terkait suap oleh napi koruptor.

Dilansir dari Tribunnews, Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan dari hasil penyidikan sementara diketahui permintaan mobil hingga fasilitas mewah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat terjadi secara terang-terangan.

Baca: Operasional LRT Sumsel Dipastikan 23 Juli dan Terbatas Untuk Umum

Baca: KPK : Mau Fasilitas Tambahan di Lapas Sukamiskin Bayar Rp 200-500 Juta Perbulan

"Permintaan mobil, uang dan sejenisnya di Lapas Sukamiskin diduga dilakukan secara gamblang," ujar Febri dalam pesan singkatnya, Minggu (21/7/2018).

Mantan Sekretaris BUMN dan Mantan Ketua ICMI, Prof Said Didu pun ikut berkomentar atas penangkapan tersebut.

Komentar yang diunggah pada akun twitternya, kini telah direspon komentar sebanyak 181 serta 362 retweet.

Isi cuitan oleh Said dimana ia menyebutkan simbiosis para koruptor diperas.

Koruptor merampok uang rakyat - para koruptor diperas oleh kepala penjara - siapa yg peras kepala penjara ?

said didu
said didu ()

(Capture Twitter @saiddidu)

Tak sampai disitu, komentar pada cuitan selanjutnya pun cukup membuat warganet ikut berkomentar

@saididu
Kita kritisi korupsipun saat ini tetap dibully. Sepertinya apapun tdk boleh kita kritisi. Anda mau bawa ke mana negeri ini ?

Selain itu, pada cuitan selanjutnya, Daripada saling memeras, bagaimana kalau dibuat saja penjara yg penghuninya boleh pegang kunci masing2 yang penting nyetor. #twitngawur

Baca: Agus Yudhoyono Buat Penasaran Followers, Dimana Sebenarnya Posisi Agus Pada Foto Ini

Kalapas Minta Uang Terang-terangan

Febri melanjutkan penyidik antirasuah bahkan menemukan bukti-bukti permintaan uang dan mobil dilakukan secara terang-terangan tidak menggunakan sandi atau kode-kode terselubung.

Dengan memberikan sejumlah uang sesuai tarif yang ditetapkan, para tahanan bisa memiliki fasilitas mewah yakni pendingin ruangan (AC), dispenser, televisi, kulkas, telepon seluler hingga mendapatkan jam besuk lebih lama dibandingkan narapidana lain.

Wahid diduga menerima suap berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa yang seharusnya tidak diberikan kepada napi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved