Berita Lubuklinggau
2 Bulan Air PDAM Tirta Bukit Sulap tak Mengalir, Alasannya Mesin Rusak dan Terjadi Pendangkalan
Selama dua bulan ini untuk mencuci dan mandi kita terpaksa pakai air hujan yang ditampung di dalam drum-drum
Penulis: Eko Hepronis |

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-Sudah dua bulan terakhir warga Jl Karya II, Rt 09 Kelurahan Cereme Tabah, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, Kota Lubuklinggau mengeluhkan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap.
Rifat warga setempat mengatakan, air yang tak mengalir membuat semua aktivitas mereka terganggu. Bahkan kini mereka harus menampung air hujan untuk sekedar mandi dan mencuci pakaian.
"Selama dua bulan ini untuk mencuci dan mandi kita terpaksa pakai air hujan yang ditampung di dalam drum-drum," ungkap Rifat pada Tribunsumsel.com, Jumat (20/7/2018).
Baca: Jadwal Ceramah Ustadz Abdul Somad di Palembang, Mulai 1 Agustus 2018
Namun ia khawatir karena sudah sepekan terakhir Kota Lubuklinggau tidak diguyur hujan, sehingga persediaan air hujan yang tertampung dalam drum mulai menipis.
"Musim kemarau ini terpaksa kita meminta ke sumur tetangga sebelah rumah, kalau tidak begitu kita tidak mandi dan masak," kata dia.
Ia pun berharap kepada PDAM apabila ada kerusakan segera memberitahu masyarakat. Sehingga mereka tahu dan masyarakat tidak menunggu-nunggu.
"Jangan hanya menginginkan untung saja, namun tidak memikirkan pelayanannya. Musim penghujan, musim kemarau sama saja, mati terus, tiap ditanya alasannya sedang dalam perbaikan," tuturnya.
Baca: Alex Noerdin Resmi Maju ke Senayan Melalui Dapil Sumsel 2
Direktur PDAM Tirta Musi Bukit Sulap Lubuklinggau, Hj Ratna Mahmud melalui Kabag Teknik Hadi Purwanto mengatakan jika salah satu mesin penyedot distribusi air mengalami kerusakan dan dalam tahap perbaikan.
"Normal sedot 200 liter per detik dengan dua mesin berkapasitas 40 liter dan 80 liter, jadi total seluruhnya 120 liter per detik, tapi sekarang hanya satu berfungsi yakni kapasitas 60 liter saja," ujar Hadi.
Akibatnya proses pendistribusian terganggu, selain itu, air baku sungai Kelingi sedang surut karena memasuki musim kemarau, dampaknya penampungan mengalami pendangkalan.
"Air yang di sedot juga berkurang. Tapi kita usahakan walaupun surut suplai bisa normal, apalagi kalau mesin pompa sudah terpasang," ungkapnya.