Pilpres 2019

Nyatakan Dukungan ke Jokowi. Ferdinand Hutahaean Sebut TGB Bakal Disanksi Partai Demokrat

Kadiv Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean angkat bicara soal pernyataan Tuan Guru Bajang (TGB

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur NTB TGB Zainul Majdi memberikan sambutansaat acara pembentukan Aliansi Strategis Alumni Universitas Al-Azhar Mesir dan Alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk 'Bangun Bangsa', di Jakarta, Rabu (21/2/2018). Alumni Al Azhar Mesir bersama Alumni ITB berikrar untuk bekerja bersama bahu membahu membangun kemandirian bangsa dan negara di berbagai bidang sesuai dengan arah cita- cita pendiri bangsa. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

5. Ketika berkunjung ke daerah dan bertemu kader, selalu lakukan polling menyerap aspirasi.

3 pertanyaan selalu kami sampaikan. Apakah akan dukung Prabowo, dukung Jokowi atau Poros baru.

Jawabannya selalu ada yg duk Jokowi, ada yg duk Prabowo dan ada duk poros baru
#sanksiTGB

6. Jadi perbedaan pendapat itu sah bagi kami. Tidak salah, tidak dosa.

Tapi ketika bersikap resmi keluar mendahului sikap resmi partai, maka itu off side dan harus di semprit.

Ada tata krama politik yg hrs dipatuhi sbg kader partai. 
#sanksiTGB

7. Dengan penjelasan ini, kami harap semua mengerti dan tidak perlu ada yg menempatkan TGB seolah di dzolimi. Tidak perlu ada kelompok yg membesar besarkan seolah TGB korban partai, tidak. TGB menuai kritik publik adlh krn sikapnya bkn krn Demokrat.

#sanksiTGB

8. Sekali lagi kami pertegas, TGB akan mendapat sanksi bukan karena mendukung Jokowi, tapi karena sikapnya mendahului sikap resmi partai.

Sebagai pejabat tinggi partai, mestinya TGB mengerti akan ini.

Demikian, terimakasih
#sanksiTGB

Seperti diberitakan Kompas.com, Anggota Majelis Tinggi DPP Demokrat Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) masih dianggap sebagai kader Demokrat.

"Dia (TGB) masih tetap kader Demokrat," ujar Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Syarief Hasan di Kediaman Ketua Umum DPP Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Jakarta, Senin (9/7/2018).

Karenanya, kata Syarief, hingga kini Demokrat masih santai tak membahas pilihan sikap Gubernur Nusa Tenggara Barat tersebut.

"Kita belum bahas. Yang jelas dia masih tetap kader Demokrat," tegas Syarief.

Halaman
123
Sumber: TribunWow.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved