Pilkada Palembang

Pilkada Palembang 2018:Data C1 KPU Palembang Lambat Masuk di Aplikasi Situng, Ini Penyebabnya

Lambatnya data C1 Kwk hasil Pilkada serentak di Palembang yang diterima data base aplikasi Sistim Hitung (Situng) KPU

Pilkada Palembang 2018:Data C1 KPU Palembang Lambat Masuk di Aplikasi Situng, Ini Penyebabnya
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
Komisioner KPU Palembang, Abdul Karim Nasution 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,—Lambatnya data C1 Kwk hasil Pilkada serentak di Palembang yang diterima data base aplikasi Sistim Hitung (Situng) KPU, karena masalah teknis di lapangan dan bukan karena faktor kesengajaan.

Berdasarkan hitung cepat webside resmi KPU, (Infopemilu.kpu.go.id) untuk Pilkada (Pilwako) Palembang melalui aplikasi Sistim Hitung (Situng). Hingga, Jumat (29/6/2018) pukul 15.30 WIB, suara masuk (C1 kwk), baru sebesar 31,60 persen, dan dianggap paling lambat dengan daerah lain yang sudah mencapai 100 persen.

Menurut komisioner KPU Palembang, Abdul Karim Nasution, lambatnya pengiriman fomulir C1 kwk tersebut, karena sebagian besar dimasukan petugas KPPS ke dalam kotak suara.

"Hasil scan C1 kwk yang seharusnya bisa kami lakukan pada hari H (27-28 Juni) ternyata tertunda. Seban, C1 yang seharusnya berada dalam amplop tertutup dan dikirim ke KPU, tapi sebagain bezar KPPS dimasukannya ke dalam kotak TPS itu, sehingga tidak bisa diambil sebelum rekap di PPK (Kecamatan)," kata Abdul Karim Nasution, Jumat (29/6/2018).

Akibatnya, pihanya baru menerima C1 kwk itu pada 28 dan 29 Juni, dan inipun dilakukan penjemputan oleh KPU untuk bisa dikirim ke data base.

Selain karena masalah tersebut, Karim juga menyatakan lambatnya hasil rekap dari C1 itu, karena banyaknya jumlah TPS yang ada di kota Palembang yang mencapai 2.804 TPS, jauh dari daerah lain yang paling banyak hanya seribu TPS.

"Jumlah TPS di kota Palembang paling banyak 2.804 buah, sehingga memakan waktu lama, dan tidak bisa kita lakukan dalam sehari," tandasnya.

Sementara untuk jalannya pelaksanaan dan proses penghitungan suara, Karim memastikan semua berjalan aman dan lancar tanpa ada kesalahan yang berarti.

"Jalannya Pilkada secara umum berjalan lancar, tapi hanya kita anggap malpraktek, yang seharusnya tidak dilakukamln namun terjadi, itu pula hanya pelanggaran administasi yang hanya terjadi dibeberapa tempat," tandasnya.

Dari hasil itung cepat dari portal KPU itu sendiri, hasilnya pasangan calon (paslon) nomor urut 1 Harnojoyo-Finda tetap leading atau memimpin dengan perolehan suara 106.816 suara atau 45,49 persen.

Sementara urutan kedua ditempati paslon nomor urut 2, Sarimuda- Rozak (Sadar) dengan raihan 89.029 suara atau 37,92 persen, selisih suara 17.787 suara atau sekitar 7,5 persen dengan teratas.

Disusul pasangan nomor urut 4 Mularis Djahri- Syaidina Ali (Musi) sebesar 28.917 suara atau 12,31 persen dan pasangan nomor urut 3 Akbar-Hernoe (Akhor) sebesar 10.050 suara atau 4,28 persen.

Jumlah suara yang masuk 31,60 persen dengan sebaran TPS yang masuk sebanyak 886 dari 2.804 TPS se Palembang (sisa 1.918 TPS).

Hitung cepat (real count) ini dibuat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk mengetahui hasil Pilkada Serentak 27 Juni 2018, secara cepat dan transparan di seluruh wilayah yang menyelenggarakan Pilkada.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved