Pilgub Sumsel 2018
Usai Nyoblos, Ini yang akan Dilakukan Herman Deru
Rasa lega dirasakan oleh Calon Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru usai memberikan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur
Penulis: Weni Wahyuny |
TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Rasa lega dirasakan oleh Calon Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru usai memberikan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur-Wagub dan Pemilihan Walikota-Wawako pada Pilkada Serentak, Rabu (27/6/2018).
Usai dari TPS 35 yang berada di jalan AKDP Cek Agus Komplek Dolog RT 45 Palembang, Deru mengaku akan kembali ke rumah dan berkumpul bersama keluarganya yang berada di Taman Kenten Palembang.
“Pulang ke rumah, kumpul sama keluarga,” katanya usai mencoblos.
Untuk pemantauan quick Count, lanjut Deru akan digelar di posko besar tim HD-MY di kawasan Tanjung Api Api. Untuk hasil akhirnya nanti, Deru mengaku menyerahkan semua kepada Allah SWT.
“Apapun hasilnya kita selalu menyerahkan kepada Allah, tawakal, Allah maha benar dalam menentukan ketetapan,” ujarnya.
Mengenakan baju kokoh warna putih, lengkap dengan peci hitam, Deru didampingi langsung oleh sang istri Hj Febrita Lustia yang juga mengenakan gamis putih, keempat anak perempuannya Percha Leanpuri, Leoni, Ratu dan Samanta.
Deru disambut hangat oleh warga sekitar, begitu masuk TPS, pasangan Mawardi Yahya ini langsung diajak Selfie oleh masyarakat yang hadir.
“Assalamualaikum,” sapa Deru kepada petugas yang ada di TPS.
Beberapa tahapan pencoblosan dilaksanakan Deru. Saat tahap memasukan surat suara ke kotak suara, Deru mengucap Basmalah.
“Bismillahirohmanirochim,” ucapnya.
Deru mengaku lega sudah melaksanakan tugas konstitusi sebagai warga negara Indonesia.
“Alhamdulillah ada kelegaan yang dirasakan bahwa kita sudah melaksanakan tugas konstitusi sebagai warga negara, mencoblos,” katanya.
Ia berharap kepada masyarakat disisa waktu pencoblosan lebih kurang 2-3 jam lagi untuk datang ke TPS untuk menjalankan hak pokok sebagai Warga Negara Indonesia.
“Karena 1 menit di bilik suara menentukan nasib daerah kita maupun negara kita. Yuk kita sama-sama ke TPS,” ujarnya.
Tak ada ritual khusus yang dijalankan oleh Deru sebelum pencoblosan. Doa itu pasti, namun volume berdoa bertambah untuk pelaksanaan Pilkada.
“Ritual khusus setiap saat saat berdoa. Jujur saja Volume berdoa bertambah, itu artinya doa khusus untuk pelaksaan Pilkada bisa memenangkan, tanpa gangguan,” terangnya.