Sebut Jokowi Bakal Dilengserkan Allah, Inilah 3 Komentar Amien Rais Lainnya yang Bikin Panas Telinga

Mantan ketua MPR ini menyinggung soal kepemimpinan presiden Jokowi yang dinilainya akan dilengserkan Tuhan.

Amien raisa dan ngabalin 

TRIBUNSUMSEL.COM-Tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais kembali melontarkan kritik tajam kepada Presiden Jokowi.

Mantan ketua MPR ini menyinggung soal kepemimpinan presiden Jokowi yang dinilainya akan dilengserkan Tuhan.

Pernyataan Amin Rais tersebut tentu mendapatkan reaksi keras terutama dari partai pendukung Jokowi.

PPP menyindir Amien yang gagal melenggang ke kursi RI-1 saat maju di Pilpres 2004.

Di Pilpres 2004, Amien maju sebagai capres berpasangan dengan Siswono Yudhohusodo. Namun keduanya kalah oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang saat itu berpasangan dengan Jusuf Kalla (JK).

Golkar tak ketingglan, melalui Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan menyindir Amien soal partainya yang hingga kini belum menentukan sikap di Pilpres 2019.

Ace pun mengaku tak ambil pusing karena Rakyat dinilinya sudah cerdas dalam menentukan pilihan.

Seperti diketahui Amien Rais bukan pertama kali ini saja menyinggung Jokowi, setidaknya ada 4 hal yang dikritisi Amien Rais pada masa kepemimpinan Jokowi dikutip dari berbagai sumber.

1. Partai Setan

Amien Rais dalam tausiyah usai mengikuti Gerakan Indonesia Salat Subuh berjemaah di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Jumat (13/4/2018) menyebut ada partai setan dan partai Allah.

"Sekarang ini kita harus menggerakkan seluruh kekuatan bangsa ini untuk bergabung dan kekuatan dengan sebuah partai.

Bukan hanya PAN, PKS, Gerindra, tapi kelompok yang membela agama Allah, yaitu hizbullah. Untuk melawan siapa? untuk melawan hizbut syaithan," ujar Amien.

2. Amien sebut bagi sertifikat tanah pengibulan

Pernyataan Amien Rais yang dilontarkan dalam sebuah acara diskusi di Bandung, ramai menjadi perbincangan publik, Minggu (18/3/2018).

Dalam kesempatan tersebut, Amien Rais mengatakan jika kebiasaan presiden yang kerap membagi-bagikan sertifikat kepada masyarakat disebut sebagai pengibulan alias pembohongan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved