Berita Muaraenim

Bawaslu Minta Panwaslu Muaraenim Waspadai Kue dan Amplop Politik Jelang Ramadan dan Lebaran

Bawaslu Provinsi minta seluruh anggota Panwaslu Muaraenim untuk mewaspadai pelanggaran Pilkada berupa pemberian Kue dan Amplop politik dari

Tayang:
Penulis: Ika Anggraeni | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Foto bersama peserta touring Bawaslu dalam rangka sosialisasi pengawasan partisipatif dengan steakholder menjelang Pilkada 2018. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com,Ika Anggraeni

TRIBUNSUMSEL.COM,MUARAENIM - Bawaslu Provinsi minta seluruh anggota Panwaslu Muaraenim untuk mewaspadai pelanggaran Pilkada berupa pemberian Kue dan Amplop politik dari Paslon Pilkada menjelang lebaran dan pasca lebaran mendatang.

Hal ini dikatakan oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Juniadi SE, M.Si dalam kegiatan Touring Pengawasan dalam rangka sosialisasi pengawasan partisipatif dengan steakholder dalam menyukseskan Pilkada 2018,Senin,(14/5).

"Sebentar lagi kita akan memasuki bulan Suci Ramadan kemudian akan merayakan Idul Fitri 1439 H dan tentu akan banyak kesempatan bagi paslon melakukan pelanggaran untuk itu membutuhkan pengawasan ekstra dari kita," jelasnya.

Dikatakan Juniadi, Seluruh anggota Panwaslu Muaraenim untuk mewaspadai semua tindakan curang dari masing-masing paslon.

"Jangan buka cela bagi mereka untuk melakukan perbuatan curang, waspadai kue dan amplop politik yang akan keluar menjelang Ramadan dan lebaran mendatang."

"Ikuti dan awasi semua kegiatan paslon mulai dari safari Ramadan, buka bersama, subuh bersama,termasuk kegiatan asmara subuh," pintanya.

Tidak hanya itu saja lanjutnya menjelang lebaran mendatang juga hendak di awasi jika ada kegiatan bagi-bagi amplop THR yang dikemas dengan unsur Politik dari masing-masing paslon.

" Kemudian setelah lebaran juga, akan ada cela untuk melakukan perbuatan curang dengan adanya kegiatan open house jadi itu juga kita minta di awasi," tegasnya.

Dikatakan Juniadi,dengan adanya pengawasan ketat dari anggota panwaslu tentu akan meminimalisir terjadinya tindak kecurangan menjelang Pilkada mendatang.

"Demokrasi kita membutuhkan pengawasan,waspadai intrik-intrik politik yang menghalalkan semua cara sehingga pesta demokrasi yang berlangsung, umum, bebas dan rahasia serta jujur dan adil dapat tercapai," katanya.

Terkait Touring yang dilakukan oleh pihaknya, dikatakan Juniadi bahwa Muaraenim adalah kota pertama dalam etape yang kedua yang disinggahi oleh pihaknya.

"Etape pertama itu ada lima kota yang kita singgahi diantaranya Palembang,Banyuasin,Linggau, OKI dan Prabumulih, dan dietape kedua ini Muaraenim adalah kota pertama yang kita singgahi setelah ini baru ke Lahat,Empat Lawang dan Pagar Alam," jelasnya.

Ditambahkannya melalui Touring bersama tersebut pihaknya melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif dengan steakholder menjelang Pilkada mendatang.

" Dalam touring ini ada 23 kendaraan roda empat yang kita gunakan," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved