Ingat Wanita Calon 'Pengantin' Niat Ledakan Istana Negara 2 Tahun Lalu, Begini Nasibnya Sekarang
Serangan bom di tiga gereja Surabaya Minggu (13/5/2018) peringatan bagi kita semua selalu waspada terhadap gerakan radikal.
"Kenekatan pengantin wanita bisa dieksploitasi sedemikian rupa di internal mereka, untuk menyinggung kelaki-lakian mereka agar tidak menjadi wanita berjenggot," ujar pengamat teroris Harist Abu Ulya beberapa waktu lalu.
Pengamat terorisme Harits Abu Ulya mengatakan munculnya "pengantin" (bomber) wanita dalam isu terorisme di Indonesia memunculkan kekhawatiran tersendiri.
Karena hadirnya bomber wanita ini menurut Harits Abu Ulya menjadi pemantik keberanian kaum laki-laki pengikut ISIS untuk bangkit.
"Potensi memantik munculnya keberanian dari para lelaki (pengikut ISIS) yang pada "tidur"," ujar Harits Abu Ulya kepada Tribunnews.com, Kamis (15/12/2016).
Menurut dia, sosok "pengantin" wanita bisa menjadi amunisi baru untuk mengagitasi dan memprovokasi kaum lelaki diantara mereka agar menyusul tunaikan janji kepada Tuhannya (amaliyah).
Baca: Buka Bisnis Kuliner Pasca Putus, Mantan Kekasih Aurel Hermansyah Ramai Dibully, Jiplak Dapur Asix?
Baca: Lawan Terorisme ! 5 Seleb Ini Kompak Serukan Larangan Sebar Foto Korban Bom Bunuh Diri di Surabaya
"Kenekatan "pengantin" wanita bisa di "eksploitasi" sedemikian rupa di internal mereka untuk menyinggung kelaki-lakian mereka agar tidak menjadi "wanita berjenggot"," katanya.
Bahkan pelaku telah membuat surat wasiat untuk diserahkan kepada orang tua yang tinggal di Kecamatan Jamblang, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.
"DYN calon pengantin. Dia membuat surat wasiat," ujar Kabag Mitra Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Kombes Awi Setiyono ketika itu.
Baca: Jelang Ramadan, Pedagang Bunga di Palembang Dibanjiri Peziarah
Baca: Video Pengakuan Ayu Ting Ting dan Raffi Ahmad Ternyata Diedit Nagita Slavina, Gimmick Lagi?
Dian ditangkap di kosannya di Jl Bintara Jaya VIII, Kota Bekasi pada Sabtu (11/12/2016) setelah mengirimkan surat waisat yang dikirim dalam kardus bersama sejumlah pakaiannya ke kantor pos.
Saat ditangkap, Dian membawa bom panci presto di dalam tas ranselnya.(*)