Gen Milenial

Dua Anggota Mapala Mafesripala Daki Gunung Kilimanjaro, Kenalkan Kain Jumputan Palembang

Raut wajah bahagia, bangga sekaligus deg-degan terlihat dari Muhammad Razaq dan M Bagusnata.

Penulis: Sri Hidayatun | Editor: M. Syah Beni
Tribun Sumsel/Sri Hidayatun
Razaq (kiri) Bagus (kanan), Kedua mahasiswa semester V jurusan Ekonomi Universitas Sriwijaya ini mempunyai misi akan mengibarkan kain jumputan diatas puncak gunung Kilimanjaro yang berdiri tegak setinggi 19.341 kaki, atau setara dengan 5.893 meter di atas permukaan laut. 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG – Raut wajah bahagia, bangga sekaligus deg-degan terlihat dari Muhammad Razaq dan M Bagusnata.

Dua Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya Pecinta Alam (MAFESRIPALA) menjadi dua orang atlet Mafesripala yang terpilih untuk melakukan pendakian Seven Summit Xpedition – Kilimanjaro Series.

Kedua mahasiswa semester V jurusan Ekonomi Universitas Sriwijaya ini mempunyai misi akan mengibarkan kain jumputan diatas puncak gunung Kilimanjaro yang berdiri tegak setinggi 19.341 kaki, atau setara dengan 5.893 meter di atas permukaan laut.

Baca: Sekilas Tampak Biasa, Foto Wisuda Wanita Ini Malah Bikin Heboh, Ternyata Ini Penyebabnya

Sebagai ekpedisi pertama di Sumatera menginjakkan kaki di salah satu puncak gunung terbaik di dunia. Keduanya mengaku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk membawa kain jumputan khas Palembang untuk dikibarkan nantinya.

"Rencana kami akan mengibarkan kain jumputan karena ingin memperkenalkan dimata dunia. Kalau songket kan sudah banyak yang tahu," ujar Razaq, Jumat sore (11/5/2018).

Keduanya juga mengaku deg-degan menjelang keberangkatan untuk menaklukkan puncak gunung tertinggi di Afrika.

Baca: Ngakak ! Aming Sebut Waria Halu Dalam Video Parodi Lagu Milik BCL, Sindiran Pedas ke Lucinta Luna?

"Jujur ini pengalaman pertama kami berdua untuk mendaki gunung di luar negeri dan pasti sangat deg-degan. Apalagi ini mewakili Sumatera ini yang pertama kali," timpal Bagus.

Ia mengatakan di Kilimanjaro sendiri iklimnya tropis dan susah ditebak. Sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi dua pria ini untuk menyelesaikan misinya di gunung Kilimanjaro.

"Dari segi track dan tingkat kesulitan Kilimanjaro ini cukup sulit. Kalau menaklukan gunung lain pakai teknikal sedangkan ini sangat membutuhkan ketahanan fisik," timpal Bagus Nata.

Karena itu, lanjut Razaq persiapannya yakni lebih banyak ke latihan pertahanan fisik agar nanti saat melakukan pendakian tak banyak mengalami kendala.

Baca: Memanas ! Reaksi Ibunda David NOAH Saat Diberitahu Kondisi Gracia Indri Ini Bikin Geleng Kepala

"Perbanyak latihan angkat beban, jogging, sprint dan lain sebagainya. Apalagi cuaca disana juga ada es atau salju dan semua peralatan ini sudah kami siapkan semua untuk menyesuaikan ini," jelas Razaq.

Kedua mahasiswa ini yang sama-sama anak bungsu ini mengaku sempat tak mendapatkan dukungan dan larangan dari keluarga masing-masing. Namun karena tekad kuat dan mampu menyakinkan orang tua, keduanya mendapatka support dari keluarga.

"Awalnya sempat ditentang dan alhamdulilah diizinkan. Waktu kita dua minggu mulai dari tanggal 13 hingga 23 Mei mendatang," ungkap dia.

Baca: SFC vs Bhayangkara FC, Bertanding di Kandang Sendiri SFC Enggan Terjungkal Lagi Berikut Line Upnya

Razaq dan Bagus memprediksi sekitar tanggal 20an sudah bisa mencapai puncak gunung tersebut. "Insya allah kalau tak ada halangan target kita tanggal 20an bisa sampai puncak," bebernya.

Kedua mahasiswa ini sangat beruntung karena terpilih setelah melalui proses panjang selama enam bulan, training center yang dilakukan oleh panitia pelaksana.

"Alhamdulilah tak nyangka dan ini pengalaman yang sangat berharga. Doakan misi Seven Summit Xpedition akan tercapai semua dan ini gunung yang kedua setelah di puncak Carstenz Pyramid, Puncak tertinggi di Papua," kata Bagus.

Baca: Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Sosok Ini Bongkar Perilaku Istri Sule, Ternyata

Sementara Ketua IKA Unsri, Dr Agung Firman Sampurna yang secara simbolis melepas secara langsung keberangkatan kedua mahasiswa ini mengaku bangga dan mendukung penuh.

"Saya sangat mendukung penuh kegiatan ini. Tentu semua ada resikonya. Tapi saya yakin dengan adik-adik mahasiswa ini bisa melakukan ekspedisi ini dengan baik," ungkap dia.

Rencana, setelah ini akan dilanjutkan pada ekpedisi selanjutnya di Rusia pada 17 Agustus mendatang. "Target tujuh gunung ini sampai tahun 2020 mendatang," jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved