Berita Palembang
Palembang Macet Parah, Satlantas Wacanakan Terapkan 3 in 1 di Sudirman Hingga Jakabaring
Satuan Lalulintas Polresta Palembang mewacanakan penerapan 3 in 1 untuk kendaraan pribadi yang melintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Slamet Teguh Rahayu
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Satuan Lalulintas Polresta Palembang mewacanakan penerapan 3 in 1 untuk kendaraan pribadi yang melintas di ruas Jalan Jenderal Sudirman hingga Jakabaring.
Kasat Lantas Polresta Palembang, Kompol Andi Baso Rahman. Perbaikan Jembatan Musi II dan Jembatan Ampera sangat mempengaruhi kemacetan yang terjadi di kota Palembang, beberapa hari terakhir.
Selain itu, dengan terus bertambahnya jumlah transportasi online di kota Palembang, semakin memperparah terjadinya kemacetan.
Untuk itu, setelah perbaikan kedua jembatan ini selesai, Andi mengaku, bersama Forum Lalulintas ia akan mengkaji lalulintas di Kota Palembang menjelang Asian Games.
Terkhusus bagi kendaraan yang masuk ke jalur utama dari dan menuju ke Ampera.
"Moda transportasi umum kita ini belum diminati oleh masyarakat, mereka lebih memilih menggunakan transportasi pribadi," jelasnya.
Sejumlah terobosan lalulintas harus dilakukan jelang perhelatan Asian Games.
Jangan sampai nanti saat Asian Games malah macet.
Karena itu ditawarkanlah solusi penerapan 3 in 1 bagi mobil-mobil yang melintas di kawasan Simpang Charitas Jalan Sudirman hingga turunan flyover Jakabaring, Jalan Gubernur HA Bastari.
"Tapi ini juga nantinya ada kelemahan, yaitu timbulnya Joki-joki. Untuk itu kita tengah melakukan koordinasi," katanya.
Andi juga menawarkan, sistem nomor polisi ganjil genap bagi kendaraan yang akan melintas dari dan menuju Jembatan Ampera.
Sistem ini bisa diberlakukan setiap hari kecuali sabtu dan minggu.
"Jakarta sudah menerapkan ini kan. Masyarakat Palembang harus dipecut untuk menjalankan program ini," ungkapnya.
Selain dua solusi tersebut, Andi juga menginginkan agar menambah jumlah traffic light dibeberapa persimpangan agar dapat menahan laju kendaraan yan hendak melintas.
"Kita harus ada terobosan-terobosan menjelang Asian Games mendatang. Jangan sampai saat Asian Games malah macet," tegasnya.
Masyarakat Harap Sabar
Kepala Bidang Pengawasan, Pengendalian, dan Operasional Dinas Perhubungan kota Palembang, Marta Edison menuturkan Macet parah memang terjadi di Kota Palembang selama beberapa hari terakhir semakin parah.
Dua jembatan yang dijadikan akses pengendara untuk melintas dari kawasan Seberang Ilir ke Seberang Ulu atau sebaliknya tengah dalam perbaikan dan revitalisasi.
Jembatan Musi II ditutup total oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V selama 10 hari.
Perbaikan platdeck yang korosi ini sudah berjalan selama empat hari, sehingga masyarakat harus masih bersabar selama enam hari kedepan.
Begitu pula di kawasan Jembatan Ampera, yang dijadikan sebagai akses utamapun tengah mengalami revitalisasi. Memang tak sampai ditutup total.
Saat ini BBPJN V yang tengah membuat pedestrian diatas Jembatan Ampera ini harus sedikit memakan jalan di atas jembatan Ampera karena ditutupi oleh seng-seng.
Adanya perbaikan jalan di kawasan protokolpun tambah memperparah kemacetan ini.
"Kerusakan jalan juga berpengaruh. Sepanjang jalan protokol itukan jalannya ada yang dikikis untuk diperbaiki," kata Marta.
Hal ini juga diperparah dengan jumlah kendaraan di kota Palembang yang terus mengalami peningkatan.
"Ada lubang sedikit sajakan pelan kendaraan ini. Apalagi banyak sekali jumlah kendaraan ini," jelasnya.
Marta meminta masyarakat untuk bersabar. Setelah dilaksanakan perbaikan ini, jalan-jalan di kota Palembang akan menjadi mulus, sehingga tidak menimbulkan lagi kemacetan. (str)