Berita Pagaralam

Tradisi Unik di Pagaralam, Cari Ikan Bersama Jelang Acara Nikahan

Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah destinasi wisata di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang memiliki banyak objek wisata.

SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN
CARI IKAN: Tampak ratusan masyarakat Pagaralam sedang mencari ikan di Kolam Tebat Mayan Desa Tanjung Aro. Kegiatan ini merupakan budaya masyarakat saat ada hajatan pernikahan di desa tersebut. 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM -- Kota Pagaralam merupakan salah satu daerah destinasi wisata di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang memiliki banyak objek wisata.

Bahkan di Pagaralam beragam jenis wisata tersediah mulai dari wisata alam, air terjun sampai wisata sejarah.

Pasalnya beragam kebudayaan di Pagaralam cukup menarik dan masih mempertahankan kebudayaan asli dari nenek moyang.

Belum lama ini kebudayaan di Dusun Pelang Kenidai yang mulai dilirik para penggiat wisata di Pagaralam.

Bahkan Pemkot Pagaralam juga telah meresmikan Dusun Pelang Kenidai sebagai Dusun Wisata.

Namun ada kebudayaan yang lebih unik dan masih terus dilestarikan oleh warganya sampai saat ini.

Yaitu budaya Beghikan (mencari ikan bersama) di kolam ikan yang sudah dikeringkan.

Kebudayaan ini masih dilestarikan oleh masyarakat desa Tanjung Aro Kecamatan Pagaralam Utara Kota Pagaralam.

CARI IKAN: Tampak ratusan masyarakat Pagaralam sedang mencari ikan di Kolam Tebat Mayan Desa Tanjung Aro. Kegiatan ini merupakan budaya masyarakat saat ada hajatan pernikahan di desa tersebut.
CARI IKAN: Tampak ratusan masyarakat Pagaralam sedang mencari ikan di Kolam Tebat Mayan Desa Tanjung Aro. Kegiatan ini merupakan budaya masyarakat saat ada hajatan pernikahan di desa tersebut. (SRIPOKU.COM/WAWAN SEPTIAWAN)

Kebudayaan ini dilakukan warga saat ada warga desa yang akan mengelar hajatan pernikahan.

Jadi sebelum hari jadi warga yang akan menggelar hajatan akan menyembelih sapi, di hari itu maka akan diadakan budaya bubus tebat (Kuras kolam ikan) untuk diambil ikannya.

"Ini memang sudah jadi tradisi warga desa ini. Jadi jika ada warga yang akan menggelar hajatan pernikahan dengan memotong sapi maka diperbolehkan menguras kolam ikan Tabat Mayan yang merupakan kolam ikan milik warga satu desa ini," ujar Lim (58) salah satu warga Desa Tanjung Aro.

Namun dalam budaya ini ada beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar oleh warga.

Warga belum boleh turun mencari ikan dikolam jika pemilik hajatan belum memperbolehkan.

"Jadi harus pemilik hajatan dulu yang turun ke dalam kolam untuk mencari ikan yang akan dijadikan gulai saat hajatan."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved