Heboh Karyawan Hotel di Bali Minta Gituan Sama Turis, Drummer Band SID Membela 'Bukan B*o*j*b'
Dalam percakapan tersebut dapat terdengar bahwa si karyawan ini meminta Aneta untuk melakukan oral kepada karyawan
TRIBUNSUMSEL.COM - Beberapa waktu yang lalu yang lalu, jagat maya dihebohkan dengan sebuah video karyawan hotel di Bali melakukan tindakan tak terpuji.
Hal ini diketahui saat seorang wisatawan asing membuat sebuah posting di Facebook yang menjelaskan bahwa ia mengalami pelecehan seksual saat berada di sebuah hotel di Bali, Jumat (2/2/2018).
Wisatawan yang diduga berasal dari Selandia Baru ini bernama Aneta Baker.
Aneta menumpahkan isi hatinya tentang seorang karyawan sebuah hotel yang tidak patut ditiru.
Aneta pun menyertakan sebuah foto dan sebuah video untuk menguatkan pernyataannya, selain itu video tersebut bisa ia jadikan bukti bahwa ia sudah dilecehkan.
Dari video tersebut dengan jelas terdengar percakapan antara karyawan dan Aneta.
Dalam percakapan tersebut dapat terdengar bahwa si karyawan ini meminta Aneta untuk melakukan oral kepada karyawan tersebut agar uangnya dapat di refund.
Kata "blowjob" dapat terdengar keluar dari mulut karyawan hotel tersebut pada detik kesembilan di video tersebut.
Di video tersebut memang Aneta dan karyawan hotel tersebut sedang berbincang tentang permintaan refund uang hotel.
Kabar tersebut hingga Aparat kepolisian menelusuri kebenaranya.
Keesokan harinya, petugas gabungan ini mengamankan pria tersebut di kos-kosannya di Jalan Pulau Galang, Pemogan, Denpasar Selatan, Senin, sekitar pukul 12.30 Wita. Selanjutnya, ia diamankan ke Polresta Denpasar untuk penyelidikan mendalam.
Hanya saja, perwira melati tiga di pundak ini enggan merinci hasil pemeriksaan oleh anggotanya, “Saat ini sudah di Mapolresta. Kita masih dalami keterangannya dan juga mengumpulkan bukti dan menggali keterangan lainnya,” tuturnya.
Diakuinya, penyelidikan kasus dugaan pelecehan tersebut murni karena viral di media sosial Facebook. Pasalnya, korban yang merupakan wisatawan asing sudah kembali ke negara asalnya Manukau City, Selandia Baru.
Meski demikian, penyelidikan tetap berlanjut. Pihaknya melakukan investigasi perihal tindakan tak terpuji ADR itu. “Semuanya masih dalam penyelidikan,” ujarnya.
Kabar itu lantas membuat penggebuk drum dari band Superman Is Dead (SID), JRX melakukan pembelaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/jrx-sid-dan-karyawan-hotel-mesum_20180207_192917.jpg)