Mbah Mijan Beberkan Ramalan Mengerikan yang Terjadi di Tanggal 9 Desember, ''Astagfirullah''
Peramal yang terkenal di kalangan para artis Mbah Mijan tiba-tiba berkicau di Twitter bernada peringatan.
TRIBUNSUMSEL.COM- Peramal yang terkenal di kalangan para artis Mbah Mijan tiba-tiba berkicau di Twitter bernada peringatan.
Terlihat dari kicauan yang dituliskannya akan ada sesuatu yang terjadi pada tanggal 9 Desember 2017 mendatang.
"Buat yang mau, simpanlah tweet ini "TANGGAL 09 DESEMBER 2017" hati-hati, waspada ada bencana, entah bencana apa, mungkin tiga hari sebelum saya akan tegaskan lagi, barangkali ada vision yang lebih detail, terlihat banyak korban, entahlah! mungkin saya terlalu ngelantur pagi pagi."
"Dikopiku tanggal 09 Desember 2017, ada gambar banjir bandang yang memakan korban lebih dari 20 orang, taik asuuuuu!!! Kalo dah gini waktunya nyari angin, mumet, stres, edan!!! Percoyo gak percoyo wes jarno, salah, salah, salah!!!"
Sontak hal ini membuat netizen heboh mengomentari hal itu.
Ada yang menanggapi serius, ada juga yang tidak percaya akan ramalan Mbah Mijan ini.
@Mynameis_Yenrie: Kecelakaan Pesawat ya mbah..dibagian wilayah indonesia mana ? kalau salah satunya...berarti ada kejadian lainya yah mbah..Tetap Waspada..semoga Allah Swt Melindungi kita semua..Aamiin....
@kiki_aulida: Mohon ijin mbah, persis tadi malam saya dapat vision juga.. musibahnya sama, burung besi. Tapi korban ndak banyak. Laa haula walaa quwwata illaa billaah. Semoga cuma bunga tidur saja
@MuhSujarw4: Terjadi ato tidak, sudah seharusnya kita hati2 kapanpun dan dimanapun. Semoga Alloh menjauhkan Negri ini dari bencana apapun. Aamiin.
Bahkan kicauan Mbah Mijan diposting oleh akun gosip @lambe_lamis.

Terlepas dari cuitan yang ditulis Mbah Mijan, 9 Desember nyatanya memang tercatat sebagai hari terjadinya tragedi mengerikan di Indonesia.
Tragedi itu tepatnya terjadi 4 tahun lalu, yaitu pada 9 Desember 2013.
Jika kalian ingat, pada hari itu ada satu peristiwa yang juga membuat heboh masyarakat Indonesia.
Peristiwa tersebut adalah kecelakaan maut antara KRL vs truk tangki Pertamina.
Kecelakaan KRL Commuter Line dengan truk pengangkut BBM di perlintasan Bintaro, Senin (9/12/2013), mengakibatkan setidaknya 7 penumpang kereta tewas dan puluhan lainnya terluka.
Kereta api yang berangkat dari stasiun Serpong dengan tujuan Tanah Abang, Jakarta, itu mengangkut ribuan penumpang.
Akibat tabrakan gerbong bagian depan yakni gerbong 1 dan 2 terbakar membuat penumpang panik.
Apalagi ledakan sempat terjadi saat sebagian besar penumpang masih berada di dalam gerbong.
"Buka-buka pintu," teriak seorang penumpang sambil menggebrak-gebrak pintu.
Penumpang kian panik karena mengira pintu secara otomatis akan terbuka ternyata tetap rapat tertutup.
Saat itulah sebagian penumpang mulai histeris, sebagian menjerit minta tolong, sebagian berseru 'Allahu Akbar'.
Beberapa penumpang pria mencoba memecahkan kaca pintu dan jendela.
Sebagian penumpang termasuk Tribunnews mencoba keluar lewat jendela yang bisa dibuka secara manual. Posisi kereta saat itu sudah sedikit miring ke kanan.
Turun dari kereta, penumpang masih dibuat panik dengan ledakan dari truk tangki BBM yang berulang. Belum lagi posisi kereta yang miring seperti akan keluar dari rel.
Penumpang yang berada di gerbong bagian belakang berlari hingga ke ujung rangkaian kereta menjauh dari lokasi ledakan.
Meski berhasil turun dari kereta, kepanikan penumpang belum reda.
Mereka harus berlari di sepanjang rel karena posisi kereta yang miring ke kanan bisa berbahaya bila terguling.
Sepanjang rel tampak orang-orang berusaha keluar dari jendela, sebagian ikut membantu menahan anak-anak dan perempuan yang kesulitan mencari tempat pijakan.
Penumpang sedikit lega saat berhasil mencapai ujung rangkaian.
Kepanikan penumpang lebih besar terjadi di gerbong bagian depan terutama gerbong khusus wanita.
Apri, warga asal Lengkong Tangerang Selatan menuturkan, dia harus berlari ke gerbong belakang untuk bisa keluar dari kereta.
Saat itu api sudah membesar dan asap mengepul.
"Saya orang ke empat atau lima yang lompat di belakang saya masih banyak," kata Apri.
Peristiwa yang terjadi 4 tahun silam tersebut sebelumnya juga pernah terjadi pada 19 Oktober 1987.
Dari Wikipedia tertulis peristiwa itu dinamakan "Tragedi Bintaro" yakni peristiwa tabrakan hebat dua buah kereta api di daerah Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan.
Peristiwa ini juga menyita perhatian publik dunia.
Sebanyak 156 orang penumpang kereta meninggal dan kurang lebih 300 orang lainnya terluka. (*)