Ramai Gerakkan Boikot Traveloka di Dunia Maya, Ternyata ini Penyebabnya
Bos Traveloka, Derianto Kusuma, dituding warganet 'mendukung walkout Ananda Sukarlan' dan
Dalam Pilkada Jakarta, sebutan 'kaum intoleran' lebih sering ditempelkan ke kubu Anies sejak dia menemui Front Pembela Islam - yang dinilai radikal dan intoleran - di markas FPI di Petamburan.
Dalam kasus ini, pembela Anies balas menempelkan sebutan tersebut kepada Ananda Sukarlan dan para warganet yang membela aksinya pada media sosial.
Pengguna lainnya, @AzzamIzzulhaq berkicau dengan tagar yang sama, ''Lu WO, gua boikot! Impas! #BoykotTraveloka #DeleteTraveloka #UninstallTraveloka.''
Ada lagi netizen lain yang menyamakan tagar yang menyerang Traveloka ini dengan kasus Sari Roti tahun 2016.
Saat itu berlangsung aksi 212 dan beredar viral foto pedagang Sari Roti membagi-bagikan roti gratis kepada para demonstran.
Pihak Sari Roti membantah mendukung aksi tersebut, akibatnya sejumlah warganet membuat viral boikot terhadap Sari Roti. Berharap bisnis roti tersebut terpuruk.
Walau sempat menjadi topik utama Twitter, nyatanya boikot di panggung media sosial tersebut tidak terlalu berpengaruh.
Pasca-keriuhan, sebagian saham Sari Roti justru dibeli oleh kelompok investor dari Amerika Serikat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/traveloka_20171115_072641.jpg)