Bukan Hanya Ikan Hias, Hewan Pemanggil Hujan Ini pun Diekspor dari Sumsel

Tak hanya ikan, ternyata kodok pula diekspor dari Sumatera Selatan ke negara lain. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kelautan dan

Bukan Hanya Ikan Hias, Hewan Pemanggil Hujan Ini pun Diekspor dari Sumsel
surya/dpa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tak hanya ikan, ternyata kodok pula diekspor dari Sumatera Selatan ke negara lain. Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Widada Sukrisna pada Sosialisasi dan Penyampaian Saran Kebijakan Pemanfaatan Kesepakatan Bidang Perikanan di ASEAN sebagai upaya peningkatan Akses Pasar Perikanan Indonesia ke Asia Tenggara di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Selasa (7/11/2017).

"Untuk komoditi ekspor Sumsel tahun 2016 adalah ikan hias Botia, Elang, Kholiload dan lain sebagainya sebanyak 491.442 ekor dan produk beku udang dan kodok 1.696.207 kg," kata Widada.

Widada menambahkan produksi unggulan kelautan dan perikanan Sumsel tahun 2016 untuk perikanan tangkap laut adalah udang sebanyak 6.656 ton, manyung 5.772 ton, pari 5.482 ton, kakap putih 4.780 ton, gulama 2.546 ton. Sementara untuk perikanan tangkap PUD yakni gabus 11.423 ton, Patin 11.784 ton, sepat siam 10391 ton, betok 7.243 ton, baung 2.611 ton. Widada melanjutkan untuk perikanan budidaya di Sumsel yang tertinggi adalah ikan patin 192.000 ton, nila 118.400 ton, udang 38.840 ton, lele 34.880 ton dan bandeng 9.600 ton.

Potensi Kelautan dan Perikanan di Sumatera Selatan menurut Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Nasrun Umar sangat luar biasa. Ia menyebutkan capaian sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Sumsel tahun 2016 adalah produksi perikanan tangkap sebesar 189.469,30 ton, nilai tukar nelayan sebesar 115,5 ton, produksi perikanan budidaya sebesar 415.720 ton, produksi benih/induk unggul sebesar 338.200.000, produk olahan kelautan dan perikanan sebesar 176.192,25 ton, persentase illegal fishing sebesar 20 persen, volume ekspor komoditas kelautan dan perikanan sebesar 1.001,89 ton.

"Dengan besarnya potensi kelautan dan perikanan ini tentu diharapkan Kementerian Luar Negeri melalui Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN dapat memberikan dorongan dan arahan kepada UMKM kelautan dan perikanan di Sumsel agar mampu bersaing di perdagangan ASEAN," kata Nasrun.

Tags
Ikan
Kodok
Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved