Bocah Dikurung Dalam Sangkar,Orang yang Melihat Malah Mencela Si Ayah,Faktanya Bikin Sedih

Bocah berusia 10 tahun itu bernama Xiao Hao (samaran), tinggal di Huangyan, Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

kolase Tribunsumsel.com

TRIBUNSUMSEL.COM -- Bocah berusia 10 tahun itu bernama Xiao Hao (samaran), tinggal di Huangyan, Kota Taizhou, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Karena pertumbuhan otaknya tidak sempurna, juga tidak dapat berbicara, dan tidak mengerti apa yang orang katakan.

Jadi perlu dijaga dan dirawat siang dan malam, karena sama sekali tidak bisa mengurus sendiri hidupnya sehari-hari.

Sementara itu, Xiao Hao selalu bergerak tidak bisa diam, bahkan makan-minum dan BAB perlu dibantu oleh nenek dan paman neneknya secara bergantian.

“Meski sekarang bisa merawat Xiao Hao, tapi suatu hari nanti juga saya akan menjadi tua.

saya berharap bisa menemukan cara pengobatan penyakitnya, meski itu hanya bisa membuatnya mengurus dirinya sendiri,”kata ayah Xioa Hao.

Saat keluar juga Xiao Hao terpaksa dikurung ke dalam sangkar khusus buatan ayahnya.

Supaya anaknya tidak selalu mendekam di dalam rumah, beberapa watu lalu sang ayah secara khusus membuat “sangkar kasih sayang”.

Ketika ada waktu, sang ayah selalu membawa anaknya jalan-jalan, melihat pemandangan dan bermain dengan sepeda roda tiganya.

“Saya mengayuh di depan, dia yang duduk di belakang, dia tidak mengerti apa-apa, bagaimaa kalau tiba-tiba dia melompat, atau menjulurkan tangannya ke dalam roda, itu sangat berbahaya.

Karena itu, saya secara khusus membuat sebuah sangkar kemudian ditautkan ke sepeda,”kata sang ayah.

“Xiao hao suka menggerogoti benda apa saja, saya sengaja memilih bahan stainless steel anti karat, dan relatif lebih bersih, di lingkaran bawahnya terbuat dari bahan polimetil metakrilat.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved