Saat Berhaji, Kepala Pria Ini Masuk ke Dalam Rok Seorang Wanita, Tak Disangka Ternyata

Kisah nyata ada orang yang mendadak gila dan selalu menghitung batu dengan bilang bahwa itu uang

ILUSTRASI 

Maka kita harus tahu bahwa ibadah kita tidak berefek apa-apa. Mesti menata niat.

Kadang aku pribadi sendiri heran. Kenapa seseorang yang melakukan perampasan terhadap hak rakyat, makan dengan rakus uang mereka, saat terkuak kasusnya buru-buru balik berbuat baik?

Dan itu mesti dengan jauh-jauh ke tanah suci?

Seharusnya sebelum terbongkar, saat masih ditutupi Allah, dan saat dia sadar perbuatannya itu salah.

Segera bergegas membenahi kesalahannya dan mengembalikan sesuatu yang bukan haknya.

Dan tidak harus ke tanah suci, tapi taubatlah di tempat.

Lalu apa faedahnya dia jauh-jauh ke Mekkah, menemui orang-orang sholih meminta doa agar permasalahannya di-clear-kan setelah perbuatan buruknya.

Atau persekongkolannya terbongkar dan ditelanjangi di depan rakyat?

Hanya itu pikiran sederhanaku saat bersalaman dengan salah satu ketua partai besar yang terlihat linglung.

Sebab banyaknya kasus yang menimpa dia.

Padahal pak ketua ini terkenal dengan kecerdasan dan kecemerlangan karirnya saat masih mahasiswa.

Apa entah karena "keluguannya" di dunia politik sehingga dimanfaatkan oleh teman-temannya, atau memang karena kerakusannya.

Satu pelajaran juga, bukti bahwa latar belakang seseorang yang sangat berkesan religius tidak selalu menjamin bahwa dia akan baik, selama tidak ada perlindungan Allah di sana.

Sebab apapun keadaan kita, perhitungan adalah tetap pada bagaimana akhir kita nanti.

Bukan pada kita ini siapa, dari keluarga apa, belajarnya apa, kontribusinya apa.

Tapi pada akhir yang baik, husnul khatimah, atau sebaliknya, Naudzu billah min dzalik.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved