Kemarau Sebabkan Warga Pali Krisis Air Bersih, Dua Pekan Lebih Gunakan Air Keruh Ini

Heri berharap, ada batuan pemerintah untuk membuat penampungan air yang kapasitas besar atau dialiri air bersih melalui Perusahaan Air Minum (PAM).

Tayang:
Editor: Hartati
Tribunsumsel.com/Ari Wibowo
Warga Desa Sinar Dewa, Talang Ubi Kabupaten Pali Sumatera Selatan sedang mandi di danau. Hal ini dilakukan karena krisis air bersih. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI - Warga Desa Sinar Dewa Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI mengalami krisis air bersih.

Untuk keperluan sehari-hari, seperti cuci masak dan lainnya, warga setempat terpaksa menggunakan air danau yang terletak tak jauh dari pemukiman penduduk.

Pantauan Tribun, air tersebut warnanya keruh serta kotor, warga sibuk mandi, cuci dan lainnya.

Keadaan ini tentu sangat dikeluhkan masyarakat, terutama penyakit kulit yang sering dialami oleh anak-anak.

"Tidak ada pilihan, kami terpaksa mandi dan cuci dengan air danau ini, kalau untuk minum kami beli galon atau sumur warga jarak sekitar setengah kilometer (500 meter)," ujar Darmi, warga setempat Senin, (4/9/2017).

Diakui Darmi, lebih dari dua pekan ini warga sudah mengalami krisis air bersih dan lebih manfaatkan air danau untuk mandi dan cuci.

"Kalau dulu air agak bersih, lama kelamaan air agak keruh karena banyak yang mandi," jelas Darmi.

Sementara Kepala Desa Sinar Dewa, Heri mengharapkan agar pemerintah bisa memberikan solusi untuk mangatasi krisis air bersih di tengah bulan kemarau.

"Desa kami ini sulit sekali mencari sumber air bersih khususnya di musim kemarau, pernah beberapa kali kami membuat sumur bor, tapi gagal," ujar Heri.

Heri berharap, ada batuan pemerintah untuk membuat penampungan air yang kapasitas besar atau dialiri air bersih melalui Perusahaan Air Minum (PAM).

"Kalau terlalu jauh untuk menyalurkan jaringan PAM, kami mengusulkan kepada pemerintah untuk mengalirkan air dari danau Batang Hari Siku yang ada di Desa Karta Dewa dimana tidak pernah kering sepanjang tahun dan airnya sangat jernih, tinggal mencari penampungan yang kapasitas besar," jelas Heri.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved