Besok Bakal Digusur Warga Lakukan Ini Sebagai Upaya Pertahankan Diri
Sementara di pingir -pinggir jalan sudah dipasang puluhan bambu yang dipasang bendera merah putih dengan ukuran mini.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU--Puluhan warga yang tinggal di Jalalan Mayor Toha Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.
Korban rencana penggusuran PT Damri akan tetap melakukan perlawanan dan siap mati jika PT Damri sampai nekat melakukan eksekusi pada tanggal 10 Agustus besok.
Pernyataan warga tersebut nampaknya tidak main-main.
Bahkan sepanjang jalan tanah seluas 1,5 Hektare yang saat ini ditempati 30 kepala keluarga (KK) dan lebih kurang 100 rumah tersebut saat ini sudah diportal menggunakan ban bekas.
Ada tiga tumpukan ban bekas yang dipasang melintang di tengah jalan dengan cara dibentangkan.
Sementara di pingir -pinggir jalan sudah dipasang puluhan bambu yang dipasang bendera merah putih dengan ukuran mini.
Tak hanya itu, sebelumnya warga juga sudah memasang tiga sepanduk besar dari kain putih yang ditulisi menggunakan cat warna merah di pasang di tengah jalan.
Salah satu spanduk bertuliskan "merdeka atau mati stop eksekusi, jangan zholimi kami ini, tanah kami".
Selain itu, puluhan ruko yang selama ini berjualan dan membuka usaha photocopy di sepanjang jalan tersebut.
Hari ini mulai tutup dan tidak berjualan lagi.
Sejumlah pemilik ruko juga sudah mulai mengungsikan barangnya-barangnya ketempat keluarganya masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/blokir-jalan_20170809_170254.jpg)