Terkait Pemberitaan Wartawan 'Bodrex' Begini Sikap PWI Ogan Ilir

Narasumber tersebut di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) OI, Ahmad Lutfi, S.Sos, anggota Komisi II DPRD Bidang Ekono

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: M. Syah Beni
THINKSTOCK.COM
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunSumsel.com, Agung Dwipayana

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Menanggapi pemberitaan TribunSumsel.com yang berjudul "Begini Perilaku Wartawan 'Bodrek' di Ogan Ilir yang Bertindak Seperti Garong, Bikin Ngelus Dada," pada Jum'at (28/7/2017), sejumlah narasumber yang disebutkan dalam berita mengaku tidak pernah mengeluarkan pernyataan mengenai wartawan bodrek di Kabupaten Ogan Ilir (OI).

Narasumber tersebut di antaranya Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) OI, Ahmad Lutfi, S.Sos, anggota Komisi II DPRD Bidang Ekonomi Fraksi PPP, Yusran Rifai, SE dan sejumlah narasumber lainnya.

Kepala Disdukcapil OI, Ahmad Lutfi mengatakan tidak pernah mendapat konfirmasi mengenai pemberitaan tersebut.

Namun Lutfi mengaku meminta maaf apabila selama ini ada kesalahan kata selama berinteraksi dengan wartawan di OI.

Sedangkan wartawan TribunSumsel.com atas nama Agung Dwipayana memohon maaf kepada pembaca setia portal online TribunSumsel.com karena terjadi kesalahan interpretasi hasil wawancara .

"Saya tidak pernah mengeluarkan pernyataan sebagaimana yang diberitakan tersebut. Namun sebagai pribadi ataupun selaku Kepala Dinas, saya minta maaf kalau ada kata-kata yang keliru. Saya tidak pernah bermaksud merendahkan wartawan di Kabupaten OI, karena justru kami perlu media untuk menyosialisasikan program Disdukcapil hingga diterima masyarakat," kata Lutfi saat berbicara di depan jajaran pengurus PWI OI, Senin (31/7/2017).

Terpisah, anggota Komisi II DPRD OI, Yusran Rifai mengaku tidak pernah menyebut apalagi berkomentar mengenai perilaku wartawan di Kabupaten OI.

"Tidak pernah (berpendapat mengenai perilaku wartawan) dan pernyataan di dalam berita sebelumnya suatu kekeliruan. Ini harus diralat," kata Yusran.

Ketua PWI OI, M. Gusti Ali melalui Sekretaris Andre mengaku keberatan dengan pemberitaan tersebut karena seolah menyudutkan wartawan yang ada di Bumi Caram Seguguk.

"Di PWI, semua wartawannya jelas, tidak ada yang bodrek, abal-abal, seperti yang tertulis di berita TribunSumsel.com. Kalimat 'sebagian oknum wartawan abal-abal' seolah menuding PWI itu abal-abal. Padahal di sini semuanya jelas," tegas Andre.

Dirinya pun meminta agar masyarakat tidak percaya begitu saja pada berita yang tersebar di dunia maya.

"Berita wartawan bodrek itu harus diralat dan berita sebelumnya, kami minta segera ditarik," ucapnya.

Sebelumnya, berita mengenai wartawan bodrek yang meresahkan wartawan profesional di OI dibahas berdasarkan pengalaman wartawan TribunSumsel.com.

Pada berita tersebut, dijelaskan bahwa reputasi wartawan di Kabupaten Ogan Ilir (OI) tercoreng oleh sebagian oknum wartawan abal-abal yang mengaku berasal dari media tertentu, lantas meminta uang hasil wawancara kepada narasumber.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved