Tukang Ojek di Musirawas Takut Begal Solusinya Malah Diajak Ngopi
Citra rawan kriminalitas membuat Mapolres Mura harus bekerja keras mencari cara menurunkan angka kejahatan tersebut.
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Hartati
Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Tingginya kasus pencurian, pembegalan, dan peredaran narkoba di Kabupaten Musi Rawas (Mura), hingga dikenal salah satu daerah rawan kriminalitas di Sumatra Selatan (Sumsel).
Citra rawan kriminalitas membuat Mapolres Mura harus bekerja keras mencari cara menurunkan angka kejahatan tersebut.
Salah satu cara yang dilakukan mewujudkan keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, yakni mengajak masyarakat dan tukang ojek coffe morning di Pasar B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Mura.
Kegiatan itu, disambut baik Zulkifli Ketua persatuan tukang ojek di wilayah Kecamatan Tugu Mulyo.
Dirinya mengucapkan ribuan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepolisian yang telah memberikan perhatian serius kepada para tukang ojek.
"Harapan kami, Polisi dapat menjaga masyarakat khususnya kami para tukang ojek ini, sehingga pembegalan dengan korban tukang ojek jangan sampai ada di wilayah kami ini," ungkapnya pada Tribunsumsel.Com, Jumat (28/7/2017).
Mendengar keluhan tersebut Kapolres Mura AKBP Pambudi, didampingi Wakapolres Kompol Padmo Ariyanto, menjelaskan kegiatan yang dilaksanakan dalam bentuk ngopi bareng tersebut memang dirancang untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/ojek-coffee-morning_20170728_170433.jpg)